Sabtu, 19/06/2021 01:10 WIB

Bangkok Memanas, Puluhan Demonstran dan Polisi Luka-luka

lebih dari 30 warga sipil dan polisi terluka dalam protes anti-pemerintah di Thailand. Demikian laporan Pusat Medis Erawan pada Minggu (21/3), setelah polisi membubarkan demonstran menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru karet pada malam sebelumnya.

Polisi Thailand membubarkan demonstran anti-pemerintah (Foto: Reuters)

Bangkok, Jurnas.com - Lebih dari 30 warga sipil dan polisi terluka dalam protes anti-pemerintah di Thailand. Demikian laporan Pusat Medis Erawan pada Minggu (21/3), setelah polisi membubarkan demonstran menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru karet pada malam sebelumnya.

Video yang beredar di media sosial, dikutip dari Reuters, menunjukkan polisi memukul dan menginjak demonstran yang melarikan diri, dan beberapa meninggalkan sepeda motor mereka. Video lain menunjukkan demonstran berlindung dari gas air mata di restoran McDonald`s.

Hingga saat ini tercatat 13 petugas polisi dan 20 lainnya terluka. Polisi mengatakan tindakan mereka sudah sesuai dengan standar internasional. Sementara 20 pengunjuk rasa ditangkap karena melanggar undang-undang pertemuan publik dan menghina monarki.

"Kekerasan berasal dari pihak pengunjuk rasa dan polisi harus membela hukum dan melindungi harta nasional," kata wakil kepala polisi Bangkok, Piya Tavichai, kepada wartawan.

Para pengunjuk rasa tidak setuju.

"Kekerasan datang dari polisi dulu, menggunakan gas air mata dan meriam air sebelum pengunjuk rasa melakukan sesuatu," kata aktivis Rukchanok Srinork, 27, yang berada di rapat umum itu.

"Mereka memiliki helm, perisai, pelatihan pengendalian massa, jika ada batu, angkat perisaimu."

Potret raja dirusak pada protes Sabtu malam, yang menarik lebih dari 1.000 orang. Protes anti-pemerintah bulan ini menyebabkan lebih dari 20 pengunjuk rasa terluka.

Gerakan protes pemuda Thailand muncul tahun lalu dan telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, seorang pensiunan jenderal angkatan darat yang merebut kekuasaan pada tahun 2014 dari pemerintah terpilih.

Para pengunjuk rasa menuntut reformasi monarki, melanggar tabu tradisional, mengatakan konstitusi yang dirancang oleh militer setelah kudeta 2014 memberi raja terlalu banyak kekuasaan.

TAGS : Bangkok Protes Anti Pemerintah Thailand Demonstran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :