Jum'at, 01/07/2022 11:58 WIB

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Periksa 7 ASN Pemda Sulawesi Selatan

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah

Jakarta, Jurnas.com - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dan mendalami dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa 7 orang aparatur sipil negara (ASN) sebagai saksi, bernama Herman Parudani , Ansar, Hizar, Suhasril, A. Yusril Mallombasang, Asirah Massinai dan Astrid Amirullah.

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Di mana, pemeriksaan berlangsung di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

"Ketujuh orang saksi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NA (Nurdin Abdulah)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (12/3).

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021. 

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021.

Sebagai penerima, Nurdin dan Edy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, selaku pemberi Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

TAGS : KPK OTT Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Korupsi pembangunan Infrastruktur




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :