Rabu, 21/04/2021 03:53 WIB

Cerita Nadiem Hapus Kuota Belajar gegara Dicurhati Siswa

Perubahan ini dilakukan Mendikbud setelah mendapatkan banyak aduan terkait kuota belajar yang tidak dapat digunakan mengakses sejumlah platform.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melanjutkan bantuan kuota gratis kepada siswa dan pendidik selama tiga bulan ke depan, guna meringankan beban pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Namun berbeda dari sebelumnya, bantuan kuota gratis mulai Maret ini tidak lagi dipecah menjadi kuota umum dan kuota belajar. Mendikbud menghapus kuota belajar, dan hanya memberikan kuota umum dengan besaran yang berbeda.

Perubahan ini dilakukan Mendikbud setelah mendapatkan banyak aduan terkait kuota belajar yang tidak dapat digunakan mengakses sejumlah platform.

"Murid ada yang mengadu, `Mas Menteri, googling menghabiskan pulsa pribadi karena tidak masuk dalam kuota belajar. Mas Menteri, saya ingin membuka laman-laman riset universitas lain, tapi tidak bisa. Mas Menteri, banyak materi belajar yang bagus di YouTube, tetapi YouTube tidak masuk kuota belajar`. Kemendikbud mendengar semua masukan itu," kata Nadiem dalam Dialog Produktif: Mendedar Kuota Belajar pada Rabu (3/3) kemarin.

Tahun ini, walaupun besaran gigabyte (GB) bantuan lebih kecil dari dari tahun sebelumnya, tetapi kualitasnya meningkat karena seluruhnya dapat dipakai sebagai kuota umum, sehingga lebih fleksibel bagi semua jenis penggunaan.

Mendikbud juga memastikan bahwa bantuan ini diberikan bagi seluruh peserta didik dan pendidik serta tenaga kependidikan, baik di sekolah swasta maupun negeri selama yang bersangkutan terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti).

Adapun besaran kuota yang disalurkan adalah sebagai berikut: untuk peserta didik jenjang PAUD sebesar 7 GB, peserta didik jenjang dasar dan menengah sebesar 10 GB, sementara guru jenjang PAUD, dasar, dan menengah mendapatkan kuota 12 GB. Mahasiswa dan dosen mendapatkan kuota sebesar 15 GB.

Penyaluran bantuan kuota akan disalurkan setiap tanggal 11 hingga 15 setiap bulannya.

"Bagi yang tahun lalu sudah menerima bantuan ini, maka mulai 11 Maret, secara otomatis akan menerima pengiriman bantuan kuota pertama. Kecuali, bagi yang tahun lalu penggunaannya di bawah 1 GB, mereka tidak akan menerima lagi, karena dianggap tidak memerlukan bantuan tersebut. Bagi yang belum menerima dan ingin daftar, atau yang ingin mengubah nomor ponsel, baru bisa menerima di bulan April 2021," jelas Mendikbud.

Dia juga mengimbau orangtua yang anak-anaknya belum menerima kuota belajar tahun 2020 karena masalah administratif atau pengunggahan berkas oleh satuan pendidikan yang tidak tepat waktu, untuk segera mengurusnya.

Pada kesempatan ini, Mendikbud mengimbau kepala satuan pendidikan dan kepala dinas untuk melaksanakan administrasi sebaik mungkin. Supaya peserta didik bisa menikmati kuota internet yang telah diperjuangkan oleh pemerintahan pusat.

"Semua kepala satuan pendidikan dan kepala dinas bertanggungjawab memberikan hak ini pada murid-murid. Kalau ada tantangan, kami di pusat siap bantu dan dukung," tegas Mendikbud.

TAGS : Kuota Gratis Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :