Selasa, 20/04/2021 20:51 WIB

PGI Keberatan Materi soal Injil di Buku Pelajaran Islam

Gomar berharap pelajaran agama di sekolah lebih mengutamakan pelajaran budi pekerti dan nilai-nilai universal dari pada agama. Pelajaran agama yang dogmatis di ruang publik, lanjut dia, hanya akan menciptakan segregasi, bahkan menciptakan permusuhan.

Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kemdikbud Tahun 2014 (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) menyurati Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, terkait buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 8 SMP dan 11 SMA terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tahun 2014, yang menyinggung soal Injil supaya dikaji ulang.

"Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menang, sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kemdikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini, bila ternyata masih digunakan," terang Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom di laman resmi PGI pada Jumat (26/2).

Gomar berharap pelajaran agama di sekolah lebih mengutamakan pelajaran budi pekerti dan nilai-nilai universal dari pada agama. Pelajaran agama yang dogmatis di ruang publik, lanjut dia, hanya akan menciptakan segregasi, bahkan menciptakan permusuhan.

"Itu sebabnya, pendidikan agama dalam bentuk ajaran atau dogma sebaiknya dilakukan di ruang privat (keluarga dan rumah ibadah) dan tidak di sekolah. Ini menjadi PR-nya Menteri Agama dan Menteri Pendidikan untuk membenahinya," tegas dia.

Gomar melanjutkan, jika negara menyusun kurikulum pendidikan agama dengan memasukkan dogma, maka menurut PGI negara telah ikut berteologi. Hal ini dinilai absurd.

"Mestinya cukuplah negara mendasarkan diri pada konstitusi dengan tafsir hukumnya dan tidak memasuki ranah teologi yang memiliki ragam mashab atau denominasi," papar dia.

Kendati menyayangkan terbitnya buku pelajaran PAI yang menyinggung soal Injil tersebut, Gomar meminta publik tidak menanggapi secara berlebihan.

"Ini adalah mata pelajaran agama Islam. Dan tentu saja isinya adalah pemahaman dan ajaran Islam, termasuk mengenai agama Kristen dan Injil. Lalu bagaimana kita menanggapinya? Ya, tidak perlu ditanggapi. Tugas kita adalah memberikan informasi autentik tentang ajaran Kristen kepada murid-murid Kristen, bukan menggugat isi pengajaran agama yang lain," tandas dia.

TAGS : Pendidikan Agama Islam Buku PAI PGI Persekutuan Gereja Injil




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :