Senin, 26/07/2021 06:00 WIB

Duplikasi SBY ke AHY, Pakar: Memicu Persepsi Pemimpin Tak Mandiri

Bukti dan data yang akurat dapat melepaskan stigma negatif Playing Fictim dan Baper.

Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo

Jakarta, Jurnas.com - Pakar politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai ada kecenderungan publik menangkap kesan "duplikasi" SBY ke AHY terkait sikap dan langkah politik Partai Demokrat yang menyebut-nyebut Istana dalam isu Kudeta Partai Demokrat.

Karyono menjelaskan, disadari atau tidak, di benak sebagian masyarakat dan dalam persepsi publik, Partai Demokrat dinilai kerap memainkan irama politik dramatis, "playing victim" dan `baper`.

Karena itu, Karyono menyebut sangat penting bagi Demokrat menunjukkan bukti-bukti dan data yang bisa dipertanggung jawabkan terkait isu pengambilan kekuasaan secara paksa partai Demokrat yang melibatkan Istana.

"Bukti dan data yang akurat ini perlu dipaparkan ke publik, sehingga dapat melepaskan stigma negatif "Playing Fictim" dan Baper," jelas Karyono di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Karyono juga menyebut, ada kesan publik melihat sosok AHY belum bisa lepas dari pengaruh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang notabene adalah ayahnya sendiri.

"Dalam persepsi publik, gestur dan pemikiran AHY juga dinilai mirip ayahnya," tandasnya.

Karenanya, Karyono menilai tidak menutup kemungkinan, pernyataan AHY yang menuding pihak istana terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat bisa jadi tidak berdiri sendiri. Ada kemungkinan bersumber dari pemikiran SBY.

"Duplikasi SBY ke AHY ini mungkin di satu sisi bisa menjadi salah satu kelemahan AHY karena dipersepsikan sebagai pemimpin yang tidak mandiri," jelas Karyono.

Lebih dari itu, ia justru menangkap sinyal kuat dari pernyataan AHY, bahwa ada benih-benih konflik di dalam Demokrat sendiri. Sulit ditepis, ada beberapa kelompok di internal yang juga menginginkan kekuasaan berpindah.

"Jika disimak, dinamika politik di internal Demokrat sejak Kongres Bandung, hingga kongres terpilihnya AHY memberikan telah memberi isyarat ada kelompok yang ingin melepaskan Demokrat lepas dari bayang-bayang dinasti Cikeas," tegas Karyono.

Teguran terhadap AHY sendiri memang datang dari sejumlah tokoh senior Partai Demokrat. Salah satunya disampaikan mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua yang meminta AHY sebaiknya dapat menuntaskan permasalahan tersebut dengan melibatkan tokoh-tokoh muda di internal partai.

"Dulu waktu mau jadi ketua, AHY itu ngomong muda adalah kekuatan, sekarang selesaikan dengan tenaga yang muda itu, jangan lebay. Jangan panik, belum apa-apa sudah panik," kata Max, di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/2).

Kata Max, untuk mengkudeta kepemimpinan partai memang tidak mudah dan harus dengan perencanaan yang cukup matang.

"Kudeta itu memangnya gampang apa, kudeta itu harus punya perencanaan yang matang," ungkap Max.

TAGS : Kudeta Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Karyono Wibowo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :