Rabu, 21/04/2021 11:22 WIB

Program Ditjen SDA Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bawah

Kalangan dewan mengingatkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar anggaran yang dimiliki Ditjen SDA dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah di setiap daerah yang ada di Indonesia. 

Wakil Ketua BURT DPR RI, Novita Wijayanti

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan mengingatkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar anggaran yang dimiliki Ditjen SDA dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah di setiap daerah yang ada di Indonesia. Utamanya, program Ditjen SDA di beberapa titik wilayah yang baru saja tertimpa bencana. 

“Mengingat, baru-baru ini di Indonesia terjadi beberapa bencana sehingga kita berharap bahwa masukan usulan dari daerah yang terkena bencana bisa segera direspon untuk bisa segera diperbaiki. Seperti saluran air, drainase, embung/waduk, sumur bor, atau juga penampungan air untuk masyarakat dimana mereka daerahnya kering dan krisis air sehingga membutuhkan air-air bersih,” kata anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, Selasa (2/2).

Terkait program kegiatan padat karya Ditjen SDA, politisi Fraksi Partai Gerindra ini menyatakan, pihaknya siap untuk terus melakukan fungsi pengawasan sehingga program kegiatan padat karya Ditjen SDA dapat betul-betul tercapai tepat sasaran. Begitu juga, memastikan setiap para pekerjanya dapat dibayar dengan baik.

“Program padat karya selain memiliki tujuan mengairi program mengairi masyarakat persawahan juga terutama untuk memberikan bantuan stimulan atau bantuan pendapatan kepada masyarakat di bawah,” terangnya.

Legislator dapil Banyumas-Cilacap itu menekankan pentingnya sinergi Ditjen SDA dengan segenap stakeholder terkait dalam upaya mitigasi bencana dalam rangka  antisipasi di beberapa titik rawan bencana. 

Sehingga, bisa segera dilakukan berbagai langkah antisipasi dalam memprioritaskan keselamatan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Seperti, di Cilacap terdapat laut dan segara anakan dimana sedimentasinya sudah sangat tinggi dan tidak bisa dilakukan pengerukan. Alasannya, pengerukan biayanya akan tinggi dan sedimentasinya terus bertambah. Kemudian, di Banyumas juga ada bencana banjir akibat sedimentasi dari waduk Banjarnegara. Nah, ini menjadi PR seperti apa langkah nyata dan formulasi terbaru Ditjen SDA sehingga kedepan tidak abrasi atau banjir terus menerus terutama di Cilacap dan Banyumas,” demikian Novita. 

TAGS : Warta DPR Komisi V DPR Gerindra Novita Wijayanti Ditjen SDA Bencana




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :