Minggu, 23/01/2022 07:28 WIB

Kini Ada "Jalur Cepat" SMK sampai D-2 Hanya 4,5 Tahun

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncuran `Jalur Cepat` untuk pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga program diploma dua (D-2).

Peluncuran Jalur Cepat SMK-Diploma Dua (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncuran `Jalur Cepat` untuk pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga program diploma dua (D-2).

Direktur Pendidikan Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto menjelaskan, program ini melibatan tiga pihak, yaitu SMK, pendidikan tinggi vokasi (PTV), dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dikatakan, program ini mendorong peserta didik SMK lebih cepat mendapatkan kompetensi yang lebih tinggi melalui mekanisme yang lebih praktis, dan ijazah yang lebih tinggi.

Untuk bisa mendapatkan ijazah D-2, peserta didik program jalur cepat akan menjalankan pendidikan di SMK selama tiga tahun, termasuk praktik kerja lapangan selama enam bulan.

Kemudian, peserta didik dapat memilih menerusan langsung satu setengah tahun pendidikan di PTV, berupa politeknik, akademi komunitas, universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program D-2.

"Skemanya, siswa menempuh enam semester di SMK dan tiga semester menjadi
mahasiswa di level pendidikan tinggi, jadi pengalaman bekerja di industri akan lebih banyak," kata Wikan dalam peluncuran kebijakan Merdeka Vokasi oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada Jumat (13/11).

Terdapat syarat khusus untuk menjalankan program ini. Pertama, kurikulum disusun bersama oleh SMK, PTV, dan industri sejak semester satu hingga sembilan. Selama sembilan semester itu, para dosen PTV dan ekspertis DUDI bergabung dengan para guru SMK untuk mengajar siswa sejak kelas 10 SMK sampai lulus D-2.

Adapun capaian pembelajaran selama di SMK akan diakui sekitar 18 satuan kredit semester (SKS), ketika mengawali masuk ke level pendidikan tinggi di PTV.

Lebih lanjut, Wikan menjelaskan bahwa minimal satu semester saat SMK, dialokasikan
untuk program praktek kerja industri (Prakerin). Begitu juga saat di perguruan tinggi, dalam rangka semakin meningkatkan softskill dan karakter. Selanjutnya, mahasiswa semester delapan dan sembilan mengalokasikan dua semester untuk magang di DUDI.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Model PGRI 1 Mejayan Madiun, Sampun Hadam menyambut positif program jalur cepat cepat. Sampun mengatakan, pihaknya selama ini juga sudah duduk bersama dengan industri, agar pihak industri dapat mengikuti perkembangan proses pendidikan di SMK Model PGRI 1 Mejayan.

"Sejak dua tahun yang lalu SMK Model PGRI 1 Mejayan telah melakukan asesmen setiap semester, mulai dari semester satu sampai empat bersama industri pasangan. Untuk jurusan permesinan salah satunya dengan INKA Group," terang Sampun dalam keterangannya.

"Sehingga pihak industri mengikuti perkembangan proses pendidikan di SMK Model PGRI Mejayan sejak semester satu sampai dengan kelulusan," sambung dia.

Sampun melanjutkan, SMK Model PGRI 1 sudah menggunakan strategi pendidikan dan latihan dengan target yang jelas dan terukut. Misalnya di kelas satu semester satu dan dua, difokuskan pada karakter, komunikasi, kreativitas, dan kompetensi dasar.

"Untuk mendidik dan melatih basic skill yang kuat, maka SMK Model PGRI 1 Mejayan menerapkan Block Sistem. Satu minggu mulai Senin sampai Sabtu jam 07.00-15.30 siswa diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh mata diklat kejuruan. Mata diklat kejuruan ini sudah tersusun dalan bentuk Skill Pasport atau Job Best Lerning," ujar Sampun.

Adapun bagi siswa yang belum menuntaskan kualitas penyelesaian skill parport, lanjut Sampun, dapat melanjutkan sampai pukul 20.00 WIB. Sehingga siswa terbiasa dengan penyelesaian skill pasport dengan kecepatan dan kualitas industri.

"Strategi ini membiasakan diri untuk bekerja dengan target kwalitas maupun kuantitas. Selain itu juga menumbuhkan competitiveness pada siswa. Sedangkan untuk pendidikan karakter, performa, komunikasi, dan kreativitas diadakan pada minggu berikutnya, demikin terus bergantian," kata dia.

"Pada semester 5-6 siswa magang di industri selama satu tahun atau dinamakan pendidikan profesional skill. Pada semester ini bagi siswa yang ingin melanjutkan ke program diploma dua jalur cepat sekaligus menyekesaikan 18 SKS mata kuliah yang dipersyaratkan oleh Politeknik Negeri Madiun," lanjut Sampun.

TAGS : Jalur Cepat SMK-D2 Kemdikbud SMK Model PGRI 1 Mejayan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :