Kamis, 13/05/2021 04:26 WIB

Korea Selatan Kembali Perketat Social Distancing di Seoul dan Sekitarnya

Pada Jumat (21/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan ada 324 kasus baru dalam 24 jam. 

Seorang pria membeli masker di sebuah toko obat setelah wabah virus corona baru dan penutupan kota, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, pada 29 Januari 2020. (Foto: Reuters)

Seoul, Jurnas.com - Korea Selatan kembali memperketat social distancing untuk mengekang penyebaran virus corona baru (COVID-19). Aturan ini akan diluncurkan secara nasional mulai Minggu (23/8).

Pada Jumat (21/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan ada 324 kasus baru dalam 24 jam. Itu merupakan hitungan harian tertinggi sejak 8 Maret. Sehingga, total infeksi di Negeri Ginseng itu mencapai 16.670, dengan 309 kematian. 

Korea Selatan menggunakan pelacakan kontak  dan pengujian yang lebih luas untuk menahan wabah COVID-19 lebih awal, tetapi negara ekonomi terbesar keempat di Asia itu beberapa pekan terakhir masih melaporkan sejumlah kasus, sebagian besar di dan sekitar Seoul dan daerah sekitarnya.

Di Seoul dan beberapa kota sekitarnya, pemerintah telah memberlakukan kembali aturan social distancing, termasuk membatasi pertemuan besar, melarang pertemuan gereja secara langsung sambil menutup klub malam, bar karaoke, prasmanan, dan kafe cyber.

Pedoman yang sama akan diberlakukan di wilayah lain di seluruh negeri mulai Minggu. Namun, di beberapa daerah dengan infeksi yang lebih sedikit, pedoman ini tidak diwajibkan.

"Jika kita tidak menghentikan penyebaran (virus) pada tahap awal, ini akan berkembang sebagai gelombang berskala besar. Bagi kami, tidak ada yang lebih penting daripada berfokus untuk menanggapi COVID-19," ujarnya Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung-hoo, Sabtu (22/8).

Kementerian Kesehatan juga mengatakan akan menunda keputusannya untuk mengejar kebijakan yang meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran hingga situasi COVID-19 stabil.

Ribuan dokter Korea Selatan tmelakukan pemogokan dan protes atas rencana pemerintah untuk melatih dokter baru, dengan mengatakan di sana cukup banyak dokter tetapi kondisi dan sistem yang lebih baik diperlukan untuk mengalokasikan mereka dengan benar. (Reuters)

TAGS : Korea Selatan Social Distancing Asia Timur




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :


TERKINI