Rabu, 26/01/2022 06:41 WIB

Kasus COVID-19 Mereda, 132 Masjid Kembali Beroperasi di Iran

Komite virus corona nasional juga mempertimbangkan membuka kembali sekolah-sekolah di daerah berisiko rendah pada 16 Mei untuk memungkinkan satu bulan kelas sebelum ujian diadakan.

Presiden Iran, Hassan Rouhani berpidato di pertemuan para gubernur dan kepala pemerintah provinsi di Teheran pada 27 Januari 2020. (Foto: president.ir)

Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, sebanyak 132 masjid kembali akan dibuka di wilayah itu setelah secara konsisten bebas dari virus corona baru yang dikenal COVID-19.

Dilansir dari Press TV, Kementerian Kesehatan Iran sudah memetakan negara itu menjadi daerah putih, kuning dan merah berdasarkan jumlah infeksi dan kematian.

"Masjid akan dibuka kembali di 132 kota yang berisiko rendah COVID-19 atau diberi simbol putih, yang diputuskan dalam pertemua hari ini, mulai besok," kata Rouhani pada pertemuan Kantor Pusat Nasional untuk Mengelola dan Memerangi Virus Corona di Teheran pada Minggu (3/5).

"Salat Jumat juga akan dilanjutkan di daerah-daerah dan masjid yang mematuhi protokol kesehatan," tambahnya.

Iran sudah mencabut larangan perjalanan antar kota dan mal, dimana pusat perbelanjaan besar sudah mulai beroperasi. Pada Sabtu (2/5), Kementerian Kesehatan Iran mengatakan, tingkat infeksi COVID-19 terus menurun secara bertahap.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpour mengatakan pada Minggu (3/5), korban tewas dari COVID-19 sekitar 47 orang selama 24 jam terakhir menjadi 6.203, terendah Iran dibandingkan beberaa bulan terakhir. 

Iran memiliki total 97.424 kasus virus corona, kata Jahanpour, menambahkan 78.422 pasien sudah pulih dan telah dikeluarkan dari rumah sakit sejauh ini.

Rouhani mengatakan, 83% warga Iran mematuhi protokol kesehatan. "Sebanyak 78 juta orang diskrining untuk gejala COVID-19 pada fase pertama program nasional dan 30 juta pada fase kedua," katanya.

Menurut Rouhani, komite virus corona nasional juga mempertimbangkan membuka kembali sekolah-sekolah di daerah berisiko rendah pada 16 Mei untuk memungkinkan satu bulan kelas sebelum ujian diadakan.

"Namun, kami akan terus meninjau situasi," kata Rouhani dengan nada hati-hati.

Iran adalah salah satu negara Timur Tengah yang paling terpukul COVID-19. Sanksi ilegal Amerika Serikat (AS) menghambat perang virus di negara itu, yang melaporkan kasus infeksi COVID-19 pertamanya pada akhir Februari.

Washingtong menjatuhkan sanksi baru pada Republik Islam pada Jumat (1/5) meskipun mengklaim siap membantu Iran memerangi COVID-19. Rouhani mengatakan, tawaran AS untuk membantu Iran dalam memerangi COVID-1,9 salah satu kebohongan terbesar dalam sejarah. 

TAGS : Virus Corona Hassan Rouhani Masjid Dibuka




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :