Selasa, 11/05/2021 13:12 WIB

Pasokan Makanan di Iran Aman Meski Ada Corona

Berbeda halnya di Iran, sejak COVID-19 muncul di negara itu pada akhir Februari 2020, stok dan suplai kebutuhan bahan pokok sama sekali tidak terganggu. 

Tomat (Foto: Muti/Jurnas.com)

Teheran, Jurnas.com - Iran tidak menghadapi gangguan pasokan makanan di tengah pandemi virus corona (COVID-19) karena program pemerintah skala besar untuk pembelian pangan pertanian dari petani dalam negeri sudah membantu meningkatkan inventaris.

Sejak COVID-19 menyebar, banyak negara kekurangan pasokan makanan. Fenomena punic buying terjadi di negara-negara maju membersihkan rak-rak supermarket dari kebutuhan pokok pada hari pertama pandemi bulan lalu.

Berbeda halnya di Iran, sejak COVID-19 muncul di negara itu pada akhir Februari 2020, stok dan suplai kebutuhan bahan pokok sama sekali tidak terganggu. Pasalnya, pemerintah sudah membuat perencanaan dengan baik.

Selama tahun kalender terakhir yang berakhir pada akhir Maret, pemerintah Iran memperluas program pembelian bergaransi untuk pangan pertanian termasuk buah-buahan, sayuran dan produk pertanian lainnya.

Kebijakan pemerintah itu terjadi ketika curah hujan yang lebih baik dan lonjakan ekspor telah mendorong banyak petani untuk memperluas penanaman untuk berbagai buah dan sayuran.

Pada Minggu (19/4) Kementerian Pertanian Iran (MAJ) mengatakan, pemerintah telah membeli hampir 330.000 metrik ton tomat selama tahun kalender terakhir.

Hossein Shirzad, yang mengepalai Organisasi Pusat Koperasi Pedesaan (CORC) Iran, mengatakan bahwa skema pemerintah yang sangat besar untuk membeli satu item makanan pertanian merupakan pertama kali dalam beberapa dekade.

Shirzad mengatakan pemerintah telah menerapkan strategi yang sama untuk produk pertanian lainnya yang menghadapi kelebihan pasokan tahun lalu.

Ia mengatakan, pembelian kunyit CORC, rempah-rempah yang relatif mahal yang penjualannya di pasar internasional telah dipengaruhi oleh pandemi virus corona, berjumlah 72 ton pada tahun yang berakhir 19 Maret.

Pihak berwenang MAJ mengatakan, Iran tidak lagi perlu melakukan pemesanan besar-besaran untuk impor beras dari luar negeri karena produksi untuk gandum telah meningkat mencapai hampir tiga juta ton pada akhir tahun kalender terakhir.

TAGS : Virus Corona Pasokan Makanan Punic Buying




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :