Sabtu, 02/03/2024 02:38 WIB

PMII dan BEM SI Gelar Rembug Nasional

182 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar rembug nasional. Mengupas situasi negara yang tak kondusif

Jakarta - Era konsolidasi demokrasi yang terjadi saat ini kerap menimbulkan ketidakpastian ekonomi, politik, hukum, pendidikan, termasuk juga kebudayaan bangsa.

Kondisi ini akan menjadi bahasan utama saat Rembug Nasional dan Konsolidasi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) di Jakarta, 05-08 Agustus 2016.

"Problematika kebangsaan akan dibahas secara massif oleh Para Presiden Mahasiswa dari 182 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia dengan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII),” ungkap Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf dalam keterangan tertulis yang diterima jurnas.com, Rabu (3/8).

Aminuddin menilai situasi bangsa Indonesia akhir-akhir ini semakin tidak kondusif. Banyak isu terorisme serta kekerasan massal berbau SARA mencoreng keutuhan bangsa. Di Tanjungbalai Medan, belasan Vihara dan Klenteng hangus terbakar akibat bentrok berbau SARA.

“Kekerasan bukan karakter bangsa kita. Bangsa kita itu sangat inklusif dalam beragama, menghargai kemanusiaan, dan keberagaman umat. Sehingga situasi yang terjadi saat ini menjadi bahan evaluasi para intelektual dan calon pemimpin bangsa,” lanjut Amin.

Ketua Pelaksana Kolokium dan Konsolidasi Nasional, Fika Taufiqurrohman menyampaikan kesiapan penuh perhelatan akbar PB PMII ini.

"Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 182 Kampus Negeri (PTN-PTAIN) dan Perguruan Tinggi Swasta Besar. Beberapa menteri dan pejabat negara telah konfirmasi hadir pada acara tersebut,” ungkap Fika.

KEYWORD :

BEM SI PMII Aminuddin rembug nasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :