Minggu, 01/08/2021 17:32 WIB

Andil Iran dalam One Belt and One Road

Sejalan dengan implementasi proyek One Belt, One Road, kapasitas yang signifikan dan fitur geografis yang unik dari Iran membawa banyak manfaat bagi negara dalam kerangka kerja sama ini.

Menteri Keuangan dan Urusan Ekonomi Iran, Farhad Dejpasand (Foto: Tehran Time)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Keuangan dan Urusan Ekonomi Iran, Farhad Dejpasand mengatakan, andil Iran dalam inisiatif One Belt One Road (OBOR) akan meningkat, mengingat latar belakang negara itu dan status bersejarah di Jalur Sutra.

Dejpasand membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan IRNA di Beijing di sela Konferensi Tingkat Tinggi OBOR Kedua di Beijing, Kamis (25/4).

"One Belt, One Road sangat penting bagi Iran, dan Teheran telah menemani dengan baik inisiatif Presiden China, Xi Jinping," kata Dejpasand.

Ia melanjutkan dengan mengatakan, sejalan dengan implementasi proyek One Belt, One Road, kapasitas yang signifikan dan fitur geografis yang unik dari Iran membawa banyak manfaat bagi negara dalam kerangka kerja sama ini.

Sekedar diketahui, KTT OBOR Kedua diadakan di Beijing mulai 25-27 April.

Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), juga dikenal sebagai OBOR atau Jalur Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim abad ke-21 adalah strategi pengembangan pemerintah China yang melibatkan pengembangan infrastruktur dan investasi di 152 negara dan organisasi internasional di Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika.

"Sabuk" mengacu pada rute darat untuk transportasi jalan dan kereta api, yang disebut "Sabuk Ekonomi Jalan Sutra"; sedangkan "jalan" mengacu pada rute laut, atau Jalur Sutera Maritim Abad 21.

Pemerintah China menyebut inisiatif itu "upaya untuk meningkatkan konektivitas regional dan merangkul masa depan yang lebih cerah". Meski begitu, hal ini dipandang  sebagai dorongan China untuk dominasi dalam urusan global dengan jaringan perdagangan yang berpusat di China.

TAGS : Infrastruktur China KTT OBOR




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :