Senin, 19/04/2021 03:57 WIB

TKN Sebut Jokowi Tampilkan Visi yang Membumi Saat Debat ke-4

Dilan yang artinya Digital Melayani. Jokowi menampilkan istilah itu sebagai kredo kemajuan tata pemerintahan yang akan dilakukan.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto

Jakarta, Jurnas.com - Debat Capres antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto berlangsung landai alias tak ada upaya saling serang yang berarti, Sabtu (30/3/2019).

Kendati demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-KH Ma`ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai pemaparan visi-misi Jokowi dan Prabowo menunjukkan kontrasting yang dipengaruhi karakter pemimpin.

"Pak Jokowi selalu terdepan dengan kejutan diksi penuh arti," ujar Hasto di sela nobar debat di Posko Relawan For Jokowi, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta.

Hasto menyontohkan istilah Dilan yang artinya Digital Melayani. Jokowi menampilkan istilah itu sebagai kredo kemajuan tata pemerintahan yang akan dilakukan.

Kata Hasto, Dilan hadir sebagai gagasan realistis, mengedepankan modernitas berbasis teknologi digital dan penuh optimisme.

"Sebaliknya, apapun tema debat, Pak Prabowo selalu berkutat pada persoalan korupsi stadium 4, namun tanpa ketegasan di dalam menindak 6 caleg koruptor Gerindra. Tidak satunya kata dan perbuatan, meruntuhkan seluruh gagasan Pak Prabowo tentang pemerintahan yang bersih," jelas Hasto.

Bagi Hasto, tampilan debat antar kedua pemimpin tidak bisa dilihat dari lantang tidaknya berbicara, namun dari gagasan otentik pemimpin yang disatu sisi menjawab persoalan bangsa dan disisi lain menyampaikan visi terbaik demi kepentingan bangsa.

"Gagasan Prabowo menciptakan pemerintahan yang kuat dan bersih langsung tereliminasi karena ketidakmampuan mendorong Gerindra terdepan dalam memberantas korupsi. Sementara pendekatan pertahanan hanya dari aspek memerbesar anggaran bukanlah solusi," jelasnya.

Sementara Jokowi, jelas Hasto, lebih menampilkan pemahaman penguasaan teknologi, kedepankan peningkatan SDM demi penguasaan rancang bangun industri persenjataan.

Hasto juga menilai gagasan politik luar negeri Prabowo lebih kompromistis, bersahabat dengan semua negara. Sementara Jokowi mampu menangkap esensi dasar politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada kepentingan nasional dan tanggung jawab mewujudkan persaudaraan dunia.

Hasto juga mengatakan, debat ke-4 menampilkan perbedaan karakter Jokowi yang visioner, berfokus pada SDM, dan bertumpu pada kemajuan teknologi, sementara Prabowo tampil biasa.

"Hal yang menggembirakan, bahwa ideologi bangsa Pancasila diyakini sebagai pemersatu dan kesepakatan bersama, dan tidak ada satu kekuatan manapun yang bisa menggantinya," tuntas Hasto Kristiyanto, Sekretaris TKN.

TAGS : Debat Capres Jokowi Prabowo Visi Negarawan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :