Gul Rahman, korban yang hilang diduga disiksa intelijen Amerika
Washington - Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) telah menggugat CIA atas penyiksaan seorang terduga militan hingga tewas, dan mendesak badan intelijen itu untuk mengungkapkan keberadaan jasadnya.
Gul Rahman, seorang pengungsi Afghanistan yang tinggal di Pakistan, terakhir kali terlihat oleh keluarganya 16 tahun yang lalu, sebelum dia dijebloskan ke penjara rahasia yang juga dikenal sebagai Salt Pit, di Kabul, Afghanistan.Di sanalah Rahman mengalami penyiksaan selama berminggu-minggu, termasuk kekerasan fisik dan paparan terhadap cuaca dingin ekstrim.Dilansir Anadolu, Rahman dinyatakan tewas pada 20 November 2002, setelah dibiarkan membeku. Sebuah laporan CIA menyimpulkan bahwa dia tewas akibat hipotermia.Baca juga :
MU Uji Reaksi Fans soal Harga Tiket Stadion Baru
Hingga saat ini, CIA belum mengungkapkan keberadaan jasadnya. "Meskipun keluarganya telah mengajukan permohonan berkali-kali, mereka tidak mau mengatakan soal keberadaan jasadnya. Keluarganya ingin melakukan pemakaman yang layak," Hina Shamsi direktur proyek keamanan nasional ACLU mengatakan di akun Twitter-nya.Tuntutan Undang-undang Kebebasan Informasi mendesak CIA untuk segera merilis semua laporan terkait kematian Rahman dan keberadaan jenazahnya.
MU Uji Reaksi Fans soal Harga Tiket Stadion Baru
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kasus Penyiksaan Intelijen CIA Amerika Serikat



























