Senin, 23/05/2022 09:24 WIB

Kontradiksi Batik Betawi ala Ichwan Thoha

Ichwan Thoha mengemas batik Betawi dalam koleksi yang edgy, retro-futuristic, urban-tailored, constructive dan flamboyant.

Koleksi Contradictory by Ichwan Thoha digelar di Jakarta Fashion Trend 2018 (Foto: IFC)

Jakarta - Dalam mensosialisasikan dan menginterpretasikan buku Trend Forecasting Singularity 2019-2020, Ichwan Thoha sebagai salah satu anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta Chapter menggelar koleksi baru yang berjudul Contradictory dengan memakai Batik Betawi

Kata ‘Contradictory’ berasal dari kata ‘Contradiction’ atau ‘Kontradiksi’ yang menjadi inspirasi koleksi Ichwan kali ini. "Maksudnya adalah Batik sebagai bagian dari bahan tradisional yang dikemas dalam koleksi yang edgy, retro-futuristic, urban-tailored juga constructive juga flamboyant khas saya," ucap Ichwan.

Koleksi ini terdiri dari 6 looks busana pria memperkuat kharakter Ichwan Thoha yakni ‘How to wear bukan what to wear’. Ichwan menginterpretasikan tema Svarga sebagai bagian dari buku Trend Forecasting Sinularity 2019-2020.

"Svarga yang berarti Surga atau formasi harmonis juga ideal dari budaya Betawi yang kompleks dan melting pot di-twist dalam bentuk active wear, adolescent, ultra-modern," lanjutnya.

Ichwan telah menggunakan batik Betawi untuk dua koleksi sebelumnya. Yang pertama mewakili Indonesia dalam event Asia Model Award di Korea dan Surabaya Fashion Parade pada tahun 2014.

Menggunakan batik Betawi adalah salah satu kontribusi Ichwan untuk mendukung perkembangan juga melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan juga bagian dari bahan tradisional Indonesia.

Sebagai putera Betawi tulen, Ichwan merasa terpanggil untuk mengkontribusikan diri terhadap Batik Betawi. "Saya tertantang, mengemas batik menjadi koleksi yang mempunyai daya pakai dan daya jual yang tinggi," imbuhnya.

Batik ditangan kreatif Ichwan hadir tidak lagi identik dengan citra monoton, konservatif, juga tua. Ichwan juga mengharapkan koleksi dapat menumbuhkan rasa memiliki, bangga menjadi bangsa Indonesia, dan memperkuat rasa nasionalisme bagi generasi milennial.

Beberapa potongan yang basic meliputi kemeja, long line shirt atau kemeja panjang, kemeja berekor atau tail shirt; outer terdiri dari beberapa model coat, tailored jacket, Napoleon collar boxy jacket, jumper, short, celana sarung, drawstring pants, vest atau waistcoat, muscle shirt, apron dan lainnya.

Varian aksesoris terdiri dari topi-topi ayaman oversized atau oversized bucket hat, Batik Betawi head band, bowtie with a twist, bowtie pin khas Ichwan Thoha, ada visor hat, dan lain-lain.

Sedangkan kisaran warna mengacu pada sapuan trend warna autumn yang dari light blue to navy, dusty pink, lanjut ke dark grey dan ungu, magenta, tangerine sampai dark brown yang menghangatkan.

Dalam koleksi ini, Ichwan juga memamerkan bakatnya dalam men-styling-kan potongan, warna maupun beberapa motif. Motif selain florals, geometris dan repetisi dari Batik Betawi, juga ada tribal, stripes, plaids, bahkan polka dan masih banyak lagi. 

TAGS : Fashion Trend Ichwan Thoha Batik Betawi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :