Kamis, 19/05/2022 18:33 WIB

Jelang Pilkada dan Pilpres, Mahyudin Imbau Tragedi 2017 Tak Terulang

Siapa pun yang terpilih menjadi gubernur, itulah gubernur kita. Tidak perlu ada gesekan apalagi membawa unsur-unsur SARA dalam kampanye Pilgub

Wakil Ketua MPR, Mahyudin usai Sosialisasi Empat Pilar di Tanjung Redeb, Berau, Selasa (22/5).

Tanjung Redeb - Pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 dan pemilihan presiden pada 2019 sudah memunculkan benih-benih pembelahan (perpecahan) di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin berharap setiap warga negara memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga dan memelihara bangsa ini.

"Turunkan tensi-tensi untuk fitnah. Hentikan penyebaran hoax. Kurangi jiwa haters dalam diri kita. Jadilah jiwa-jiwa yang mempersatukan dan membawa kedamaian di bumi Indonesia," kata Mahyudin di Tanjung Redeb, Berau, Selasa (22/5).

Itulah imbauan Wakil Ketua MPR untuk mencegah pembelahan di masyarakat menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 agar tidak mengulangi masyarakat yang terbelah seperti pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Khususnya dalam pemilihan gubernur Kalimantan Timur, Mahyudin melihat kondisi di Kaltim relatif aman dan terkendali tidak seperti Pilgub di DKI Jakarta.

"Masyarakat di sini juga heterogen. Tapi tetap saya harus ingatkan untuk menjaga persatuan," katanya.

"Saya kira siapa pun yang terpilih menjadi gubernur, itulah gubernur kita. Tidak perlu ada gesekan apalagi membawa unsur-unsur SARA dalam kampanye Pilgub," sambungnya.

Menurut Mahyudin, demokrasi akan tetap terjadi persaingan dan pengelompokan. Begitu juga dalam Pilpres 2019. Sekalipun kubu Jokowi dan Prabowo bersatu, akan ada kubu lawan. Meski Jokowi dan Prabowo bersatu, tidak bisa meredam pembelahan di masyarakat.

"Saya kira politik akan seperti itu. Meskipun disatukan, akan tetap terjadi pembelahan di masyarakat," ujarnya.

Mahyudin beralasan tidak mungkin menyatukan seluruh pendapat. Itulah demokrasi seperti tampak dalam pemungutan suara.

"Demokrasi tidak untuk menyamakan pendapat tapi bagaimana memperkecil perbedaan," ujarnya.

Karena itu, untuk mencegah masyarakat agar tidak terbelah, Mahyudin berharap setiap warga negara bisa mengurangi jiwa haters-nya (jiwa yang mengeluarkan kebencian).

"Jadilah jiwa pemersatu dan membawa kedamaian di bumi Indonesia," pungkasnya.

TAGS : Warta MPR Mahyudin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :