Sang maestro tenun ikat Indonesia, Didiet Maulana (Foto: Instagram)
Jakarta - Indonesia memiliki ragam wastra Nusantara yang berpotensi untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Warna dan motif tenun di berbagai daerah lengkap dengan setangkup filosofinya menginspirasi seorang Didiet Maulana. Ia Jatuh cinta pada tenun.
Kecintaan pria kelahiran Bandung 18 Januari 1981 ini diwujudkan dengan membangun brand IKAT Indonesia yang tujuh tahun hingga kini makin melejitkan namanya sebagai desainer khas tenun. Nama Ikat yang dipilihnya memiliki arti meng`ikat` dirinya untuk terus memakai bahan-bahan tradisional Indonesia sebagai acuan desain. "Untuk koleksi awal saya memakai Tenun Ikat karena motif geometrikal dan strukturnya yang kuat, mengingatkan saya dengan bangunan arsitektur. Keindahan dalam sebuah struktur," ujarnya.Baca juga :
Uniqlo vs GU: Sama-Sama Jepang, Tapi Beda Rasa
Didiet seakan tergerak untuk mengasah kembali keahliannya yang telah lama tertimbun, yakni desain busana. Memberanikan diri untuk meninggalkan zona nyamannya.
Uniqlo vs GU: Sama-Sama Jepang, Tapi Beda Rasa
"Melalui tenun ini salah satu cara saya untuk berkontribusi kepada industri mode Indonesia," ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
didiet maulana tenun ikat indonesia fashion














