Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan (Foto: Humas DPR)
Jakarta - Utang yang terus diproduksi pemerintah hingga Rp4.034,80 triliun kian membebani APBN. Jumlah utang yang cukup mengkhawatirkan tersebut justru membuat prikologis pemerintah enggan menerima kritik dan masukan.
Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan, ketika dihubungi, Jakarta, Rabu (28/3). Menurutnya, utang menjadi sumber rusaknya APBN yang disusun pemerintah sendiri. Praktik anggaran yang dilakukan pemerintah hanya gali lubang tutup lubang."Untuk melihatnya, cukup dengan membaca keseimbangan primer. Keseimbangan primer dalam APBN menggambarkan kemampuan pemerintah membayar pokok dan bunga utang dengan menggunakan pendapatan negara,” kata Heri.Kalau nilainya negatif, sambung Heri, pemerintah menerbitkan utang baru untuk membayar seluruh pokok dan bunga utang. Saat ini, nilai keseimbangan primer masih negatif sebesar Rp121,5 triliun. Bangsa ini pantas khawatir, jangan sampai utang sebesar Rp4.034,80 triliun itu tidak produktif dan hanya habis untuk membayar bunga utang.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi XI DPR APBN


























