Kamis, 02/12/2021 17:37 WIB

Saudi Tembak Jatuh Rudal Kelompok Houthi Yaman

Pasukan pertahanan udara Saudi kembali menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Riyadh

Militer Houthi (Foto: Reuters)

Riyadh - Koalisi pimpinan Arab mengatakan, pasukan pertahanan udara Arab Saudi kembali menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Riyadh pada Selasa (19/12). 

"Pasukan koalisi mengonfirmasi telah mencegat rudal Iran-Houthi yang menargetkan (selatan) Riyadh. Tidak ada korban yang dilaporkan saat ini," menurut Pusat Komunikasi Internasional yang dikelola pemerintah melalui akun Twitter-nya.

Rudal tersebut dikabarkan menargetkan istana-istana di Saudi, fasilitas militer dan minyak. Demikian disampaikan Houthi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi Al-Masirah kelompok tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan. Namun, juru bicara hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa serangan udara koalisi telah menewaskan setidaknya 136 orang non-kombatan di wartorn Yemen sejak 6 Desember.

Gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan, pihaknya telah mengarahkan rudal tersebut ke pengadilan kerajaan Saudi di istana al-Yamama, di mana sebuah pertemuan para pemimpin Saudi sedang berlangsung. Serangan tersebut digamabarkan sebagai babak baru dalam konflik di wilayah tersebut.

Koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan beberapa tembakan rudal terakhir yang ditujukan ke Riyadh, diarahkan ke daerah pemukiman. Beruntung, tidak ada kerusakan.

Mengutip sebuah pernyataan dari koalisi, kantor berita negara Saudi SPA mengatakan bahwa rudal buatan Iran merupakan ancaman bagi keamanan regional dan internasional. Ia menuduh Houthi menyelundupkan rudal dari musuh bebuyutan Arab Saudi berkedok bantuan yang ditujukan ke Yaman.

Di Washington, seorang juru bicara Pentagon mengatakan Amerika Serikat mengetahui adanya serangan rudal tersebut.

"Kami bekerja sama dengan mitra Saudi untuk mempertahankan wilayah mereka dari serangan tanpa pandang bulu terhadap wilayah yang dihuni penduduk sipil," katanya dilansir dari Rueters, Selasa (19/12)

TAGS : Arab Saudi Iran Yaman Houthi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :