Selasa, 21/05/2024 00:55 WIB

INTERNASIONAL

Rusia Enggan Akui Korut Lepas Rudal ICBM. Ada Apa?

Rusia yakin Pyongyang melepaskan rudal balistik jarak menengah

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley (Foto: Financial Tribune)

Jakarta - Beberapa diplomat mengatakan, Rusia keberatan penghukuman Dewan Keamanan PBB atas peluncuran roket terbaru Korea Utara. Hal itu menyusulpernyataan Amerika Serikat menyebutnya sebagai rudal balistik antar benua (ICBM)

Pernyataan Dewan Keamanan harus disepakati oleh 15 anggota. Belum jelas apakah AS akan bernegosiasi dengan Rusia dalam upaya mencapai konsensus tersebut.

Moskow mengatakan, pihaknya yakin Pyongyang melepaskan rudal balistik jarak menengah, sementara China belum mengidentifikasi peluncuran roket tersebut. Korut mengatakan, pihaknya menguji rudal ICBM dan AS mengatakan bahwa hal itu mungkin benar adanya.

"Kementerian kami belum dapat memastikan bahwa rudal tersebut dapat diklasifikasikan sebagai ICBM," Rusia melalui sebuah e-mail ke kolega Dewan Keamanannya, dikutip Arab News pada Kamis (6/7)

"Oleh karena itu kami tidak dalam posisi untuk menyetujui klasifikasi ini atas nama seluruh dewan karena tidak ada konsensus mengenai masalah ini," kata e-mail tersebut.

Dewan tersebut bertemu pada Rabu (5/7) untuk membahas peluncuran rudal Korut yang mendapat sanksi PBB sejak 2006 atas program rudal balistik dan nuklirnya.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengecam keengganan Rusia untuk mengakui Korut meluncurkan rudal ICBM, yang diyakini mampu menjangkau negara bagian AS di Alaska dan Hawaii.

"Jika Anda memerlukan intelijen untuk memberi tahu Anda bahwa seluruh dunia melihat ini sebagai ICBM, saya dengan senang hati memberikannya," katanya kepada Dewan Keamanan pada hari Rabu.

Haley mengatakan pada Rabu, AS akan mengajukan sanksi baru kepada PBB dalam beberapa hari mendatang dan memperingatkan bahwa jika Rusia dan China tidak mendukung langkah tersebut, maka "kita akan menempuh jalan kita sendiri." Ia mengatakan bahwa Washington siap untuk menggunakan kekerasan "jika perlu melakukannya. "

"Jika Anda senang dengan tindakan Korea Utara. Jika Anda ingin menjadi teman Korut, beri tahu kepadanya, "kata Haley tentang rencananya untuk mengajukan sanksi baru.

KEYWORD :

Korea Utara Rudal Nuklir ICBM PBB Rusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :