Jum'at, 03/04/2026 13:17 WIB

Doa-Doa Singkat untuk Melindungi Diri dari Bala dan Musibah





Berikut ini adalah lima doa penolak bala yang diajarkan dalam Islam

Ilustrasi - berdoa (Foto: Pexels/Thridman)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam kehidupan, manusia sering kali menghadapi ujian dan cobaan yang datang tanpa diduga. Musibah bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti penyakit, bencana alam, kehilangan, atau permasalahan hidup lainnya yang dapat mengguncang hati dan pikiran.

Sebagai makhluk yang penuh kekurangan, manusia membutuhkan perlindungan dari Allah SWT untuk menghindari segala macam bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Islam, sebagai agama yang sempurna, telah mengajarkan berbagai cara untuk menjaga diri dari ancaman dan cobaan hidup, salah satunya adalah dengan membaca doa penolak bala.

Doa bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga merupakan bentuk ketundukan dan pengakuan bahwa hanya Allah yang bisa memberikan perlindungan sejati.

Berikut ini adalah lima doa penolak bala yang diajarkan dalam Islam. Doa-doa ini bisa dibaca setelah salat, di waktu pagi dan petang, atau kapan saja ketika kita merasa membutuhkan perlindungan dari Allah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ .1

“Allāhumma innī a‘ūdzu bika min zawāli ni‘matika, wa taḥawwuli ‘āfiyatika, wa fujā’ati niqmatika, wa jamī‘i sakhathika.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan segala bentuk kemurkaan-Mu.”

2.بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihi syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwa as-samī‘ul ‘alīm.”

Artinya: “Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya tidak akan membahayakan sesuatu pun, baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

3.قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1–5)

4. اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Allāhumma ikfinī biḥalālika ‘an ḥarāmika, wa aghninī bifaḍlika ‘amman siwāk.”

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal-Mu dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”

5. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-barashi, wal-junūni, wal-judzāmi, wa min sayyi’il-asqām.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan segala penyakit yang buruk.”

KEYWORD :

Info Keislaman Doa Musibah Bala




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :