Selasa, 11/08/2026 04:13 WIB

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Capai 111 Orang





Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) dan menewaskan sedikitnya 111 orang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) memicu kerusakan besar di sejumlah kota (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) dan menewaskan sedikitnya 111 orang.

Gempa kuat tersebut memicu kerusakan besar di sejumlah kota dan memaksa otoritas mengerahkan operasi penyelamatan untuk mencari warga yang masih terjebak di dalam bangunan.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka. Pemerintah juga melaporkan 1.575 rumah terdampak, dengan 37 di antaranya hancur total.

Kerusakan tercatat pada 61 bangunan, 18 fasilitas kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat komunitas, serta 18 ruas jalan. Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status situasi bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi penanganan darurat.

Menurut data US Geological Survey, gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT dengan pusat gempa sekitar 5 kilometer sebelah timur San Jose del Palmar, Departemen Choco. Gempa tersebut berada pada kedalaman sekitar 107 kilometer.

Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi sekitar 44 menit kemudian, dengan pusat gempa sekitar 16 kilometer sebelah barat San Jose del Palmar.

Korban Tersebar di Sejumlah Wilayah

Data Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia (Asocapitales) mencatat korban meninggal terdiri dari 40 orang di Risaralda, 27 orang di Valle del Cauca, dan empat orang di Choco berdasarkan laporan hingga pukul 11.30 waktu setempat.

Di Pereira, Wali Kota Mauricio Salazar mengonfirmasi sedikitnya 18 orang meninggal dunia. Sementara di Valle del Cauca, Gubernur Dilian Francisca melaporkan sedikitnya 27 korban jiwa.

Di Manizales, sedikitnya dua orang meninggal dunia. Lebih dari 32 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan total maupun sebagian.

Aktivitas akademik di Manizales dihentikan sementara setelah gempa memicu kerusakan bangunan serta kebocoran gas dan listrik.

Di Quibdo, laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia. Kerusakan bangunan dilaporkan cukup parah dan petugas pemadam kebakaran menemukan warga yang masih terjebak di dalam bangunan.

Gubernur Choco Nubia Carolina Cordoba-Curi kemudian melaporkan empat orang meninggal dan 69 lainnya mengalami luka-luka di wilayah tersebut.

Puluhan Bangunan Runtuh

Dampak gempa juga dirasakan di Cali. Wali Kota Alejandro Eder mengatakan sedikitnya 20 bangunan runtuh dan sejumlah warga masih terjebak sehingga proses pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

Di Manizales, kerusakan terlihat pada salah satu menara katedral ikonik kota tersebut. Bangunan itu dilaporkan mengalami kerusakan struktural parah.

Di Medellin, tim penanggulangan bencana dikerahkan untuk melakukan pendataan kerusakan.

Sementara di Bogota, sirene darurat berbunyi dan ribuan pekerja serta warga meninggalkan gedung. Namun, Wali Kota Carlos Fernando Galan mengatakan tidak terdapat kerusakan struktural serius di ibu kota.

Bogota juga menyiapkan 100 personel penyelamat untuk membantu wilayah yang terdampak paling parah.

Bandara dan Infrastruktur Terdampak

Gempa turut mengganggu aktivitas penerbangan. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali.

Sejumlah bandara lain, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago dan Buenaventura, sempat menghentikan operasi untuk pemeriksaan struktur.

Operasi di Bandara Popayan juga dihentikan akibat abu vulkanik dari Gunung Purace setelah aktivitas seismik.

Badan Infrastruktur Nasional Kolombia menutup Terowongan Sumapaz dan Jembatan Mariano Ospina sementara waktu untuk pemeriksaan kondisi infrastruktur.

Guncangan gempa juga terasa hingga negara tetangga, termasuk Ekuador dan Panama.

Tidak Ada Ancaman Tsunami

Meski berkekuatan besar, sistem peringatan tsunami Amerika Serikat menyatakan tidak ada ancaman tsunami bagi California, Oregon, Washington, Alaska maupun British Columbia di Kanada.

Otoritas Kolombia juga memastikan tidak ada ancaman tsunami di wilayah pesisir Pasifik negara tersebut.

Presiden De La Espriella mengatakan pemerintah langsung mengambil alih koordinasi penanganan bencana dengan membentuk pos komando terpadu.

“Pemerintah hadir dan mengambil langkah penanganan,” kata De La Espriella, seraya menegaskan pemerintah akan memperkuat respons terhadap dampak gempa.

Pemerintah masih melakukan pendataan untuk mengetahui secara lengkap jumlah korban dan kerusakan. Tim penyelamat juga terus dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk mencari warga yang kemungkinan masih terjebak.

Gempa tersebut disebut para ahli sebagai salah satu gempa terkuat yang terjadi di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Gempa Bumi Gempa Kolombia Korban Gempa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :