Kamis, 25/06/2026 01:15 WIB

5 Insiden Perkelahian Paling Tragis dalam Sejarah Piala Dunia





Bicara soal kebrutalan di Piala Dunia, laga fase grup antara tuan rumah Cile dan Italia pada tahun 1962 adalah puncaknya.

Trofi Piala Dunia (Gebrak)

Jakarta, Jurnas.com - Piala Dunia selalu diglorifikasi sebagai panggung tertinggi keindahan sepakbola, tempat di mana harmoni, teknik, dan rasa hormat antarnegara melebur jadi satu.

Namun, di balik megahnya piala emas berlapis malakit itu, sejarah juga mencatat lembaran hitam yang dipenuhi emosi tak terkendali.

Ketika ambisi negara dipertaruhkan, tensi di atas lapangan hijau seringkali mendidih hingga meruntuhkan sportivitas.

Alih-alih menyuguhkan permainan indah, beberapa pertandingan justru berubah menjadi arena tawuran massal, aksi kekerasan brutal, hingga menyisakan kepedihan mendalam yang membekas selamanya dalam sejarah sepakbola.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima insiden perkelahian dan kekerasan paling tragis dalam sejarah Piala Dunia:

1. "The Battle of Santiago" (Piala Dunia 1962: Cile vs Italia)

Bicara soal kebrutalan di Piala Dunia, laga fase grup antara tuan rumah Cile dan Italia pada tahun 1962 adalah puncaknya.

Hubungan kedua negara sudah memanas sebelum laga akibat artikel provokatif jurnalis Italia yang merendahkan kondisi sosial kota Santiago pasca-gempa bumi besar.

Begitu peluit ditiup, lapangan hijau langsung berubah menjadi ring tinju tanpa sarung tangan.

Pelanggaran pertama terjadi di menit ke-12, disusul insiden pemain Cile, Leonel Sanchez, yang memukul rahang bek Italia, Mario David, hingga roboh.

Anehnya, wasit asal Inggris, Ken Aston, justru mengusir dua pemain Italia sementara kekerasan pemain Cile dilepaskan begitu saja.

Polisi militer bahkan harus turun ke lapangan sebanyak empat kali untuk melerai tawuran massal antar-pemain, menjadikannya laga paling barbar yang pernah disiarkan di televisi.

2. "The Battle of Nuremberg" (Piala Dunia 2006: Portugal vs Belanda)

Pertempuran di Nuremberg menjadi rekor perkelahian taktis paling kacau di era modern.

Pertandingan babak 16 besar ini dipimpin oleh wasit asal Rusia, Valentin Ivanov, yang tampaknya kehilangan kendali atas jalurnya pertandingan sejak menit-menit awal.

Tercatat ada 16 kartu kuning dan 4 kartu merah keluar dari saku wasit—rekor kartu terbanyak dalam satu pertandingan turnamen resmi FIFA.

Tekel-tekel horor bertebaran, mulai dari hantaman pul sepatu Khalid Boulahrouz ke paha Cristiano Ronaldo hingga baku hantam massal di pinggir lapangan.

Tragisnya, kamera menangkap momen ikonik nan ironis di akhir laga, ketika para pemain yang diusir kartu merah, seperti Deco dan Giovanni van Bronckhorst, justru duduk berdampingan di tribune sambil menggelengkan kepala melihat rekan-rekan mereka masih saling hantam di lapangan.

3. Tandukan Fatal Zinedine Zidane (Final Piala Dunia 2006: Prancis vs Italia)

Tragedi tidak melulu soal tawuran massal, terkadang satu tindakan impulsif dari seorang maestro sanggup menghancurkan mimpi satu bangsa. Inilah yang terjadi pada babak perpanjangan waktu Final Piala Dunia 2006 yang mempertemukan Prancis dan Italia.

Zinedine Zidane, yang sedang menjalani laga terakhir dalam karier profesionalnya, terprovokasi oleh umpatan verbal bek Italia, Marco Materazzi. Tanpa peringatan, Zidane membalikkan badan dan menghantamkan kepalanya dengan keras ke dada Materazzi hingga sang bek tumbang.

Kartu merah langsung dijatuhkan setelah wasit berdiskusi dengan asisten keempat. Gambar Zidane berjalan gundah melewati trofi Piala Dunia menuju ruang ganti menjadi salah satu visual paling melankolis sekaligus tragis dalam sejarah olahraga, menandai akhir pahit dari karier sang legenda.

4. Tekel Pemutus Tulang Belakang (Piala Dunia 2014: Brasil vs Kolombia)

Sebagai tuan rumah, Brasil membawa beban ekspektasi publik yang luar biasa pada Piala Dunia 2014. Namun, mimpi indah itu berubah menjadi horor pada laga perempat final melawan Kolombia akibat friksi fisik yang sangat intens sepanjang 90 menit.

Puncaknya terjadi menjelang akhir pertandingan ketika bek Kolombia, Juan Camilo Zuniga, melompat dari belakang dan menghantamkan lututnya dengan keras ke punggung megabintang Brasil, Neymar Jr. Benturan keras itu seketika melumpuhkan sang penyerang.

Neymar dilarikan ke rumah sakit dengan tangisan histeris akibat patah tulang belakang ketiga (vertebra lumbal ketiga).

Meski Brasil menang, kehilangan pilar utama akibat kekerasan fisik ini meruntuhkan mental skuad Selecao, yang pada babak berikutnya dibantai 1-7 oleh Jerman.

5. Horor di Bordeaux (Piala Dunia 1938: Brasil vs Cekoslowakia)

Jauh sebelum era kartu kuning dan merah diperkenalkan, Piala Dunia Prancis 1938 sudah menyuguhkan tragedi fisik yang mengerikan dalam laga babak perperat final antara Brasil dan Cekoslowakia. Laga ini lebih menyerupai perang fisik ketimbang pertandingan sepakbola.

Benturan keras menjurus sengaja terus terjadi tanpa adanya perlindungan wasit yang tegas. Akibat perkelahian fisik yang brutal di lapangan, tiga pemain diusir keluar secara paksa.

Dampak yang tersisa setelah peluit panjang berbunyi sangat memilukan, kiper legendaris Cekoslowakia, Frantisek Planicka, mengalami patah lengan kanan, sementara penyerang andalan mereka, Oldrich Nejedly, menderita patah kaki kanan.

KEYWORD :

Piala Dunia Perkelahian Bola Sejarah Tragis Piala Dunia 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :