Ilustrasi sedang berkebun (Foto: Sandie Clarke/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Aktivitas sederhana seperti berkebun ternyata tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan otak. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang rutin berkebun cenderung memiliki suasana hati lebih baik, kondisi fisik lebih sehat, serta kemampuan berpikir yang lebih terjaga.
Temuan ini berasal dari analisis besar yang dipimpin oleh peneliti dari University of Tokyo, yang menggabungkan puluhan studi terkait kebiasaan berkebun dan dampaknya terhadap kesehatan.
Dikutip dari Earth, analisis tersebut mencakup 22 studi kasus dan 76 perbandingan, dengan hasil yang cukup konsisten bahwa berkebun memiliki efek positif terhadap berbagai aspek kesehatan.
Ini Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan Otak Anda
Dalam studi lain pada 2024 yang melibatkan hampir 137.000 orang berusia 45 tahun ke atas, mereka yang rutin berkebun atau merawat halaman dilaporkan memiliki lebih sedikit masalah memori dan lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa hubungan ini masih bersifat asosiasi, bukan sebab-akibat langsung. Menurut Anna Nordvig, bukti yang ada belum cukup untuk menjadikan berkebun sebagai metode utama mencegah demensia.
Berkebun melibatkan berbagai aktivitas fisik seperti menggali, menanam, dan menyiram. Aktivitas ini termasuk olahraga intensitas sedang yang membantu melancarkan aliran darah ke otak.
Gerakan yang dilakukan secara rutin juga membantu menjaga koneksi sel-sel otak tetap aktif, yang penting untuk fungsi memori.
Selain fisik, berkebun juga menstimulasi otak. Kegiatan seperti mengatur jadwal tanam, mengingat kebutuhan tanaman, hingga memecahkan masalah saat tanaman tidak tumbuh optimal melibatkan fungsi kognitif penting.
Menurut Smita Patel, aktivitas ini membantu melatih fungsi eksekutif otak—kemampuan untuk merencanakan, mengingat, dan mengendalikan diri—yang berperan dalam memperlambat penurunan kognitif.
Waktu yang dihabiskan di sekitar tanaman juga terbukti membantu meredakan stres. Kondisi mental yang lebih rileks berkontribusi pada kualitas tidur dan kesehatan otak secara keseluruhan.
Stres kronis diketahui dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif, sehingga aktivitas yang membantu relaksasi menjadi penting.
Meski memiliki banyak manfaat, berkebun bukanlah solusi tunggal untuk mencegah penyakit seperti demensia. Para ahli menekankan bahwa aktivitas ini sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Menurut Jordan Weiss, konsistensi aktivitas fisik jauh lebih penting dibandingkan intensitas sesaat. Rutinitas kecil yang dilakukan secara teratur justru memberikan dampak lebih besar.
Menariknya, manfaat berkebun tidak harus dimulai dari lahan luas. Menanam tanaman di pot kecil atau kebun rumah sederhana pun sudah cukup untuk membangun kebiasaan yang konsisten.
Para peneliti juga mengingatkan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan otak sebaiknya dimulai sejak usia paruh baya, karena perubahan biologis yang berkaitan dengan demensia bisa dimulai 15–20 tahun sebelum gejala muncul.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Preventive Medicine Reports ini menegaskan bahwa berkebun dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan otak.
Meski belum bisa dianggap sebagai terapi, kebiasaan ini menawarkan kombinasi manfaat mulai dari fisik, mental, dan emosional yang sulit didapat dari satu aktivitas lain.
Dengan kata lain, merawat tanaman bukan hanya menumbuhkan kehidupan di luar, tetapi juga membantu menjaga kesehatan di dalam diri. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hobi Berkebun Bercocok Tanam Kesehatan Otak Cegah Demensia


























