Tanker melintas di Selat Hormuz (Foto: Associated Press)
Teheran, Jurnas.com - Tiga supertanker bermuatan penuh minyak berhasil melintas di Selat Hormuz pada Minggu (12/4), menjadikan ketiganya kapal pertama yang keluar dari kawasan Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Blokade Iran atas selat tersebut, yang menjadi titik lewat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global, telah mengguncang pasokan energi dunia dan mendorong harga minyak melonjak sejak meletusnya perang Iran pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan data LSEG, tiga kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yakni Serifos berbendera Liberia, serta Cospearl Lake dan He Rong Hai berbendera China, masuk dan keluar melalui pelabuhan uji coba Selat Hormuz, jalur yang melewati Pulau Larak milik Iran. Masing-masing kapal mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.
Serifos, yang menurut data LSEG dan Kpler disewa oleh perusahaan energi milik negara Thailand, PTT, termasuk dalam tujuh kapal yang dimintakan izin transit oleh Malaysia kepada Iran, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini.
Kapal tersebut membawa minyak mentah yang dimuat dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada awal Maret, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Malacca, Malaysia, pada 21 April, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Kementerian Luar Negeri Malaysia, Petronas, dan PTT belum merespons permintaan komentar sejauh ini. Sebelumnya, tanker lain bernama Ocean Thunder yang mengangkut minyak mentah Irak dan disewa oleh unit perusahaan energi negara Malaysia, Petronas, juga telah melintas di jalur itu pekan lalu.
Cospearl Lake yang bermuatan minyak Irak diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Zhoushan, China timur, pada 1 Mei. Sementara tujuan bongkar muat He Rong Hai yang membawa minyak mentah Arab Saudi belum diketahui. Kedua VLCC itu disewa oleh Unipec, lengan perdagangan raksasa energi China, Sinopec. Sinopec tidak merespons permintaan komentar di luar jam kerja.
Ratusan tanker lainnya masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu giliran keluar dalam masa gencatan senjata dua pekan ini.
Sementara itu, tiga tanker kosong lainnya yakni Mombasa B, Agios Fanourios I, dan Shalamar, terlihat berlayar di Selat Hormuz pada Minggu untuk memasuki kawasan Teluk dan memuat minyak, menurut data LSEG.
VLCC berbendera Malta, Agios Fanourios I, dikabarkan menuju Irak untuk memuat minyak mentah Basrah dengan tujuan Vietnam. Eastern Mediterranean Maritime selaku pengelola Agios Fanourios I, CMB.TECH NV selaku manajer VLCC berbendera Liberia Mombasa B, serta Pakistan National Shipping selaku pengelola Shalamar, semuanya belum merespons permintaan komentar di luar jam kerja.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran


























