Sabtu, 11/04/2026 22:18 WIB

Avtur Mahal, Cathay Pacific Kurangi Penerbangan hingga Akhir Juni





Maskapai Cathay Pacific Airways akan berencana mengurangi sejumlah penerbangan mulai pertengahan Mei hingga akhir Juni, lantaran melonjaknya harga avtur.

Maskapai asal Hong Kong, Cathay Pacific (Foto: Reuters)

Hong Kong, Jurnas.com - Maskapai Cathay Pacific Airways akan berencana mengurangi sejumlah penerbangan mulai pertengahan Mei hingga akhir Juni, lantaran melonjaknya harga bahan bakar avtur.

Konflik Timur Tengah yang diperburuk dengan blokade Selat Hormuz memicu krisis minyak dan gas secara global. Sekitar 20 persen distribusi migas melalui selat yang berada di bawah otoritas Iran tersebut.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (11/4), Cathay Pacific akan membatalkan sekitar 2 persen dari penerbangan penumpang terjadwalnya mulai 16 Mei hingga 30 Juni, sementara anak perusahaan berbiaya rendahnya, HK Express, akan memangkas sekitar 6 persen mulai 11 Mei.

Maskapai asal Hong Kong tersebut mengatakan bahwa penangguhan layanan penumpang ke Dubai dan Riyadh akan tetap berlaku hingga 30 Juni.

Pada Maret, kepala eksekutif Cathay, Ronald Lam, mengatakan bahwa maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong itu akan terus melanjutkan rencana untuk memperluas kapasitas penumpang sebesar 10 persen pada 2026, dengan alasan tingginya permintaan untuk penerbangan jarak jauh ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia setelah perang Iran mengurangi lalu lintas melalui Timur Tengah.

Setelah Juni, Cathay Pacific dan HK Express berencana untuk mengoperasikan semua penerbangan penumpang terjadwal mereka, menurut Cathay dalam pernyataan resminya.

Para eksekutif mengatakan pekan ini bahwa gencatan senjata selama dua minggu antara Presiden AS Donald Trump dan Iran kemungkinan tidak akan membawa bantuan cepat bagi industri penerbangan global.

Sebab, diyakini bahwa pasokan bahan bakar jet akan tetap terbatas dan mahal selama berbulan-bulan, bahkan jika Iran membuka kembali Selat Hormuz.

KEYWORD :

Krisis Migas Avtur Mahal Maskapai Cathay Pacific




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :