Bendera Thailand (Foto: Unsplash)
Bangkok, Jurnas.com - Pemerintah Thailand akan meningkatkan besaran subsidi barang-barang kebutuhan pokok atau sembako mulai Senin (13/4) mendatang.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk membantu warga rentan terdampak ekonomi dari krisis minyak dan gas (migas) yang dipicu konflik Timur Tengah.
Lebih dari 13 juta warga Thailand yang memiliki kartu tunjangan sosial. Jumlahnya akan meningkat dari 300 baht menjadi 400 baht untuk pengeluaran sehari-hari, sebagaimana keterangan Kementerian Keuangan pada Sabtu (11/4).
"Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan dan mencegah situasi ini menyebar ke sektor lain," kata Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas dikutip dari AFP.
Petani dan pemilik usaha kecil juga akan dapat memanfaatkan pinjaman dengan suku bunga preferensial, begitu pula orang-orang yang ingin membeli kendaraan listrik atau memasang panel surya.
Pemerintah juga telah menyetujui subsidi untuk operator transportasi, menjelang perayaan Tahun Baru Thailand atau "Songkran".
"Tantangan ini akan berlangsung jangka panjang. Oleh karena itu, kami tidak hanya menerapkan langkah-langkah jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan masyarakat dan pengusaha untuk beradaptasi dengan potensi kenaikan biaya energi dan produk," Ekniti menambahkan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Subsidi Sembako Tunjangan Sosial Thailand Krisis Migas

























