Sabtu, 11/04/2026 21:54 WIB

Inggris Rayu Ukraina Amankan Selat Hormuz dari Iran





Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Al Carns, memuji teknologi pesawat tanpa awak (drone) Ukraina untuk berperan dalam pembukaan Selat Hormuz.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Al Carns (Foto: Reuters)

Kyiv, Jurnas.com - Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Al Carns, memuji teknologi pesawat tanpa awak (drone) Ukraina. Menurut dia, dengan kelebihan tersebut, Kyiv dapat memainkan peran vital dalam upaya global mengamankan Selat Hormuz.

"Ukraina memiliki beberapa teknologi terbaik di dunia yang dikembangkan di sini selama perang. Saya pikir itu bisa bermanfaat di Timur Tengah, seperti yang sudah kita lihat dalam penanggulangan drone Shahed, hingga ke Selat Hormuz," kata Al Carns saat berkunjung ke Kyiv, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (11/4).

Carns, yang pernah menjabat sebagai kolonel di angkatan bersenjata Inggris sebelum terpilih menjadi anggota parlemen dua tahun lalu, mengatakan kunjungannya bertujuan untuk meyakinkan Kyiv bahwa perang di Ukraina tetap menjadi prioritas utama pertahanan dan keamanan Inggris.

Dia juga turut meredakan ketegangan di dalam aliansi militer NATO menyusul kritik Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu Eropa karena tidak bergabung dalam perang melawan Iran, dengan mengatakan bahwa NATO masih "tulang punggung keamanan".

Diketahui, Inggris telah menyelenggarakan diskusi dengan lebih dari 30 negara untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah blokade Iran. Pasalnya, situasi itu mencekik pasokan minyak global.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pekan ini Kyiv telah berpartisipasi dalam konsultasi mengenai pengamanan navigasi, dengan memanfaatkan keahlian empat tahun perang dengan Rusia.

Ukraina sejauh ini telah mengerahkan lebih dari 200 ahli ke Timur Tengah, dan telah menembak jatuh drone jarak jauh Shahed milik Iran.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Drone Ukraina Konflik Timur Tengah Menteri Inggris




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :