Anak di Lebanon di tengah krisis pangan (Foto: Reuters)
Jenewa, Jurnas.com - Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan Lebanon kini menghadapi krisis ketahanan pangan seiring perang Iran yang terus mengganggu pasokan barang di dalam negeri.
Kondisi ini terjadi di tengah gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran yang kembali diuji pada hari yang sama, sehari sebelum kedua pihak dijadwalkan bernegosiasi di Pakistan.
Washington menuduh Teheran melanggar komitmen di Selat Hormuz, sementara Israel terus menggempur Lebanon dalam serangan yang diklaim Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata.
"Apa yang kita saksikan bukan hanya krisis pengungsi, tetapi dengan cepat menjadi krisis ketahanan pangan," kata Direktur WFP untuk Lebanon, Allison Oman, melalui sambungan video dari Beirut dikutip dari Reuters pada Jumat (10/4).
Oman memperingatkan bahwa bahan pangan kian tidak terjangkau akibat lonjakan harga dan meningkatnya permintaan di kalangan keluarga pengungsi.
Lebanon menghadapi krisis berlapis. Sejumlah pasar telah runtuh sepenuhnya, terutama di wilayah selatan di mana lebih dari 80 persen pasar tidak lagi berfungsi, sementara pasar-pasar di Beirut berada di bawah tekanan yang terus meningkat. Banyak pedagang melaporkan stok bahan pokok yang tersisa kurang dari satu pekan.
Upaya penyaluran bantuan pangan ke daerah-daerah terpencil di selatan pun kian sulit, seiring pemboman hebat oleh serangan udara Israel yang berlangsung sejak 2 Maret. Konvoi WFP yang memasuki wilayah selatan pekan ini membutuhkan waktu lebih dari 15 jam, padahal dalam kondisi normal perjalanan itu hanya memakan beberapa jam.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Lebanon Krisis Pangan
























