Kapsul Orion Artemis I mendarat di laut (Foto: NASA via Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Misi Artemis II menjadi sorotan menjelang fase paling berbahaya, yakni saat kapsul kembali ke Bumi dengan kecepatan lebih dari 40.000 km/jam. Meski terdapat isu pada pelindung panas (heat shield), NASA tetap yakin bahwa para astronaut akan mendarat dengan selamat.
Pelindung panas pada kapsul Orion diketahui memiliki kemiripan dengan yang digunakan pada misi Artemis I tahun 2022. Saat itu, material pelindung mengalami retakan dan kehilangan sebagian lapisan saat masuk atmosfer, meski tidak menyebabkan kegagalan misi.
Namun demikian, NASA tidak mengganti heat shield tersebut untuk Artemis II. Sebaliknya, badan antariksa itu memilih mengubah strategi masuk kembali (reentry) guna mengurangi risiko kerusakan.
“Jika kita mengikuti jalur masuk baru yang telah direncanakan NASA, maka heat shield ini aman untuk digunakan,” kata komandan misi Reid Wiseman dikutip dari Live Science, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan keyakinan kru terhadap pendekatan yang telah disiapkan.
Perubahan utama dilakukan pada sudut masuk kapsul ke atmosfer Bumi. Berbeda dengan Artemis I yang menggunakan teknik “skip reentry” atau memantul di atmosfer, Artemis II akan menggunakan jalur yang lebih curam agar menghindari kondisi yang memicu kerusakan sebelumnya.
Masalah pada Artemis I sendiri terjadi karena tekanan gas yang terperangkap di dalam material pelindung panas bernama Avcoat. Tekanan ini muncul akibat perubahan suhu ekstrem dan menyebabkan retakan serta lepasnya sebagian material.
Meski demikian, para peneliti memastikan bahwa pelindung panas tersebut sebenarnya tidak gagal. Data menunjukkan suhu di dalam kapsul tetap stabil dan aman, sehingga jika ada awak di dalamnya saat itu, mereka dipastikan selamat.
NASA pun telah melakukan berbagai simulasi dan pengujian untuk memastikan masalah tersebut tidak terulang. Bahkan dalam skenario terburuk sekalipun, struktur dasar kapsul disebut masih mampu melindungi awak.
“Kami mengubah seluruh profil masuk kembali untuk mengatasi kekurangan pada heat shield,” ujar Administrator NASA Jared Isaacman. Meski begitu, ia mengakui pendekatan ini bukan solusi jangka panjang dan tetap membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Di sisi lain, sejumlah ahli masih menyuarakan kekhawatiran. Mantan insinyur NASA Charles Camarda menilai lembaga tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan akar masalah, terutama terkait potensi kerusakan material saat tekanan tinggi terjadi kembali.
Meski ada perbedaan pandangan, NASA tetap optimistis berdasarkan hasil analisis dan uji independen. Mantan astronaut Danny Olivas bahkan menyebut tim telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam memastikan keselamatan kru.
Empat astronaut yang terlibat dalam misi ini, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, juga menyatakan kepercayaan penuh terhadap sistem yang digunakan. Mereka akan menjadi manusia tercepat dalam sejarah saat memasuki atmosfer Bumi.
Dengan segala risiko yang ada, fase masuk kembali ke Bumi tetap menjadi penentu utama keberhasilan misi tersebut. Namun berdasarkan evaluasi teknis dan perubahan strategi, NASA menilai Artemis II memiliki peluang besar untuk menyelesaikan perjalanan dengan aman. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Artemis II Heat Shield Kapsul Orion Info NASA






















