Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai melakukan kerjsama dengan Alumni IT di Bogor (Foto: Vaza/Jurnas)
Bogor, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar membawa kabar baik mengenai stabilitas harga energi nasional di tengah gejolak geopolitik global.
Menko PM menjamin bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setidaknya hingga pengujung tahun ini.
keputusan ini diambil untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat dari dampak krisis global dan ancaman inflasi.
"Tidak ada kenaikan harga BBM, itu yang pokok. Insya Allah sampai akhir tahun tidak akan ada kenaikan harga BBM. Sehingga tidak ada yang perlu dipanikan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Muhaimin saat memberikan keterangan kepada awak media di Bogor, pada Kamis (9/4).
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa meskipun situasi dunia tengah diwarnai ketidakpastian akibat perang, kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat.
Lebih lanjut, ia menilai fondasi ekonomi nasional mampu menghadapi berbagai tekanan eksternal yang ada.
Upaya menjaga harga BBM tetap stabil ini disebutnya sebagai langkah strategis pemerintah untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dengan biaya energi yang terkendali, sektor industri diharapkan dapat terus tumbuh dan beroperasi secara normal.
"Kita akan bekerja total untuk kita memiliki daya tahan atau daya kekuatan menghadapi krisis yang terjadi di tingkat global terutama akibat perang," kata Menko Muhaimin.
Menko PM menjabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja keras.
Fokus utamanya adalah memacu produktivitas nasional dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga tanpa membebani rakyat secara langsung melalui kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ia menguraikan bahwa seluruh pejabat, mulai dari level menteri hingga birokrat, diminta untuk tidak main-main dalam menjalankan tugas percepatan transformasi bangsa.
"Presiden mengarahkan untuk tidak main-main, untuk betul-betul kerja keras. Tidak ada waktu untuk berhenti di dalam membangun percepatan transformasi bangsa," tutur Muhaimin.
Menko Muhaimin juga berpendapat bahwa kritik yang muncul dari berbagai pihak merupakan masukan penting bagi pemerintah.
Namun, ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah bekerja lebih produktif dibandingkan periode sebelumnya guna menuntaskan masalah-masalah struktural yang sudah berlangsung lama.
"Pemerintahan Pak Prabowo yang 1,5 tahun ini tentu menjadi kewajiban untuk lebih produktif dibanding periode-periode sebelumnya. Sehingga tidak ada satu pun yang dikhawatirkan," ucap Menko Muhaimin.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menko Muhaimin Harga BBM Konflik Timur Tengah Energi Nasional























