Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Humas MPR)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR, sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam forum bertajuk “Mimpi Besar, Aksi Nyata, Kepemimpinan Hebat: Generasi Muda Menuju Indonesia Maju” di Kompleks DPR/MPR RI.
Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Ibas menyapa para mahasiswa layaknya seorang kakak sekaligus orang tua, memberikan motivasi serta pesan mendalam tentang arti kesempatan, perjuangan, dan masa depan bangsa. Di hadapan para mahasiswa yang sebagian besar baru memulai perjalanan di bangku perguruan tinggi, Edhie Baskoro menyampaikan rasa bangga dan harapannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan yang mereka terima hari ini bukanlah hal yang biasa, melainkan titik awal penting dalam perjalanan hidup.
“Dalam hidup ini selalu ada kesempatan pertama. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, beradaptasi, dan meraih prestasi,” ujar Edhie Baskoro.
Ibas juga mengajak para peserta memahami makna kehadiran mereka di Gedung DPR/MPR sebagai simbol negara yang hadir untuk rakyat. Ia menegaskan bahwa Indonesia yang besar—dengan keberagaman suku, budaya, dan wilayah dari Sabang sampai Merauke—adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.
Di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, Edhie Baskoro mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang relatif stabil.
Ibas: Indonesia Harus Kuat Hadapi Gejolak Global
“Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini akan berlanjut. Negara memberikan kepercayaan melalui program KIP-K dan berbagai beasiswa pendidikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi masa depan bangsa,” tegasnya.
Dalam suasana dialog yang cair, Ibas juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai daerah dan disiplin ilmu. Ia menilai keberagaman latar belakang—mulai dari energi, pertanian, komunikasi, hingga teknologi—sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjawab tantangan bangsa.
Lebih jauh, ia memberikan pesan kuat agar para mahasiswa tidak pernah merasa kecil atas keterbatasan yang dimiliki. “Jangan pernah merasa kecil atas segala keterbatasan. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi pribadi hebat yang membawa perubahan,” pesannya.
Menghadapi dinamika global, Ibas mendorong generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi, khususnya di sektor strategis seperti energi, pangan, dan teknologi. Ia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan zaman.
“Kita membutuhkan inovator muda yang mampu menghadirkan solusi di bidang energi bersih, memperkuat ketahanan pangan, dan memanfaatkan teknologi secara produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk terus bermimpi besar, namun tetap disertai kerja keras dan ketekunan dalam proses. “Bermimpilah setinggi-tingginya, tetapi ingat bahwa mimpi harus diperjuangkan dengan disiplin, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi kegagalan,” tambah Ibas.
Di akhir pertemuan, Ibas menyampaikan pesan tentang pentingnya kecintaan terhadap tanah air. Ia mengajak generasi muda untuk tetap memiliki idealisme sekaligus realistis dalam menghadapi kehidupan.
“Teruslah mencintai negeri ini. Right or wrong, it’s my country,” ujar Edhie Baskoro.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa kelak kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. “Indonesia tidak hanya dibangun di pusat, tetapi juga dari daerah. Kalianlah yang akan menjadi motor penggeraknya,” katanya.
Menutup sambutannya, Ibas menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh mahasiswa penerima KIP-K dapat meraih kesuksesan, menjaga semangat belajar, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. “Indonesia akan semakin cerah jika diisi oleh generasi yang memiliki semangat, integritas, dan rasa tanggung jawab,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa penerima KIP-K juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan yang mereka terima. Ungkapan haru dan semangat disampaikan Tini Rohmatini dari Universitas Padjadjaran turut berbagi kisah perjuangannya yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga harus berjuang mandiri membiayai kuliah. Ia mengungkapkan sempat kesulitan membayar UKT dalam waktu singkat, hingga akhirnya mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, Muhamad Dzaky Alwan dari Politeknik Negeri Bandung yang melihat beasiswa ini sebagai peluang untuk mewujudkan impiannya menjadi versi terbaik dari dirinya. “Kadang-kadang di tengah-tengah prosesnya mungkin ngerasa banyak tekanan, tapi yang selalu saya ingat, kesempatan itu gak akan datang dan gak akan ada dua kali kepada kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar mimpi besar seperti Indonesia Emas dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang nyata, meskipun di tengah keterbatasan.
Natasha Manalu dari IPB menyampaikan bahwa bantuan ini memungkinkan mahasiswa untuk fokus belajar tanpa harus terbebani biaya hidup. Ia bahkan telah terlibat dalam program pengabdian masyarakat melalui inovasi pengolahan sampah di desa.
Kisah serupa disampaikan Natanael Hamonangan Nainggolan dari Institut Teknologi Bandung yang menggambarkan perjuangan kerasnya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi.
“Dengan KIP-K ini, masyarakat Indonesia mengharapkan bahwa kami dapat mengembangkan Indonesia menuju masa-masa terbaiknya,” ungkapnya penuh semangat. Hal senada disampaikan Viona Audrey Gunawan dari UI yang mengaku bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya. “Dengan adanya bantuan ini kita itu jadi bisa lebih fokus, tidak perlu lagi memikirkan masalah mengenai keuangan,” tuturnya.
Bagi mereka, KIP-K bukan sekadar bantuan finansial, melainkan harapan, kepercayaan, dan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia di masa depan.
Sebagai penutup rangkaian audiensi, kegiatan ini ditandai dengan penyerahan simbolis beasiswa kepada perwakilan mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Negeri Bandung (Polban), Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan IPB University.
Momen tersebut menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memastikan akses pendidikan yang merata serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Audiensi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat akses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai pilar utama Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kinerja MPR Edhie Baskoro Yudhoyono Kartu Indonesia Pintar Kuliah























