Ilustrasi tidur tak teratur (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
Jakarta, Jurnas.com - Kebiasaan tidur yang sering dianggap sepele ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan jantung.
Studi terbaru dari University of Oulu mengungkap bahwa jam tidur yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga dua kali lipat, terutama pada orang yang tidur kurang dari delapan jam.
Dikutip dari Earth, temuan ini menyoroti bukan hanya durasi tidur, tetapi juga keteraturan waktu tidur. Penelitian yang dipublikasikan di BMC Cardiovascular Disorders melibatkan lebih dari 3.200 peserta dalam studi jangka panjang di Finlandia.
Hasilnya cukup mencolok. Dari seluruh peserta, sekitar 4 persen mengalami kejadian jantung serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung. Risiko ini meningkat signifikan pada kelompok dengan waktu tidur kurang dari delapan jam dan jam tidur yang berubah-ubah setiap hari.
Peneliti utama, Laura Nauha, menegaskan pentingnya pola tidur yang stabil. “Temuan kami menunjukkan bahwa keteraturan waktu tidur, khususnya jam tidur malam, mungkin penting bagi kesehatan jantung. Ini mencerminkan ritme kehidupan sehari-hari dan seberapa besar fluktuasinya.”
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa jam bangun tidak memberikan sinyal risiko yang jelas. Sebaliknya, variasi waktu tidur malam menjadi indikator utama.
Artinya, seseorang yang tidur pada jam berbeda-beda setiap hari, meskipun bangun di waktu yang sama, tetap berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kardiovaskular.
Ini Tips agar Tak Mudah Mengantuk saat Berpuasa
Secara biologis, tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian, mulai dari jam internal yang mengatur hormon, tekanan darah, hingga siklus tidur.
Ketika waktu tidur terus berubah, ritme ini terganggu. Akibatnya, tubuh kehilangan keseimbangan alami yang dibutuhkan untuk pemulihan, terutama bagi jantung. Kondisi ini semakin buruk jika durasi tidur juga pendek, karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat.
Penelitian ini menegaskan bahwa masalahnya bukan hanya “kurang tidur”, tetapi tidur yang tidak konsisten.
Bahkan, seseorang yang tidur cukup lama tetapi dengan jadwal berantakan tetap bisa mengalami dampak negatif. Sebaliknya, pola tidur yang teratur membantu tubuh menjaga stabilitas fungsi vital.
Yang diukur dalam studi ini bukan sekadar kelelahan atau gangguan ringan, melainkan kondisi serius seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, nyeri dada berat, dan kematian akibat penyakit jantung.
Pendekatan ini membuat hasil penelitian lebih kuat karena fokus pada dampak nyata, bukan gejala ringan.
Menurut rekomendasi American Heart Association, orang dewasa idealnya tidur 7–9 jam per malam. Namun, studi ini menambahkan satu poin penting: konsistensi waktu tidur sama pentingnya dengan durasinya.
“Menjaga jadwal tidur yang teratur adalah salah satu faktor yang bisa kita kendalikan,” ujar Nauha.
Di tengah gaya hidup modern yang serba fleksibel, menjaga jam tidur mungkin terdengar sepele. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil tersebut bisa berdampak besar pada kesehatan jantung. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jam Tidur Serangan Jantung Risiko Stroke Pola Tidur

























