Rudal Korea Utara (Foto: People Daily)
Seoul, Jurnas.com - Korea Utara (Korut) dikabarkan menghancurkan kota-kota yang berada di dekat stasiun peluncuran rudal dan satelit utama, yang disinyalir sebagai kemungkinan rencana ekspansi.
Laporan Stimson Centre menyebut dua desa termasuk ratusan bangunan yang berbatasan dengan stasiun peluncuran satelit Sohae di pantai barat negara itu dihancurkan pada Maret lalu.
"Mengingat bagaimana satelit dan persenjataan anti-satelit termasuk dalam rencana lima tahun baru negara itu, perluasan pusat antariksa utama Korea Utara mungkin sedang berlangsung," kata peneliti senior Stimson Centre, Martyn Williams dikutip dari Bloomberg pada Jumat (3/4).
Pyongyang mengumumkan rencana strategis barunya untuk negara itu pada Februari lalu, yang mencakup periode hingga 2030 dan menetapkan tujuan strategis utama termasuk menempatkan satelit mata-mata tambahan di orbit.
Laporan ini muncul hanya beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan telah menguji mesin berbahan bakar padat baru untuk meningkatkan kemampuan serangan strategis militernya.
Korea Utara telah mempercepat upaya pengembangan kemampuan nuklir dan misilnya, seiring dengan munculnya pemimpin Kim Jong Un sebagai sekutu utama Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Mesin baru yang sekitar 20 persen lebih bertenaga daripada yang diungkapkannya pada 2025, kemungkinan besar untuk rudal balistik antarbenua, menurut Vann H. Van Diepen, mantan pejabat Departemen Luar Negeri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Stasiun Rudal Korut Korea Utara Kim Jong Un

























