Jum'at, 03/04/2026 17:40 WIB

Bangladesh Pangkas Jam Kantor, Siswa Sekolah dari Rumah





Bangladesh menetapkan kebijakan baru di tengah keterbatasan energi akibat konflik Timur Tengah. Jam kerja kantor kini dikurangi guna menekan konsumsi energi.

Antrean kendaraan mengisi bahan bakar di Bangladesh (Foto: Reuters)

Dhaka, Jurnas.com - Bangladesh menetapkan kebijakan baru di tengah keterbatasan energi akibat konflik Timur Tengah. Jam kerja kantor kini dikurangi guna menekan konsumsi energi.

Selain itu, pengeluaran anggaran publik dipangkas, sebab konflik di Timur Tengah mengganggu pasar bahan bakar global dan membebani pasokan listrik di negara Asia Selatan tersebut.

Berdasarkan aturan baru, menurut laporan Reuters pada Jumat (3/4), kantor-kantor pemerintah akan beroperasi dari pukul 9 pagi hingga 4 sore, sementara pasar dan pusat perbelanjaan harus tutup pada pukul 6 sore untuk menghemat listrik.

Pemerintah juga telah memerintahkan pemotongan pengeluaran publik yang tidak penting dan mendesak pengurangan konsumsi energi di sektor industri, dengan pembatasan penggunaan lampu yang berlebihan.

Kementerian Pendidikan akan mengeluarkan pedoman untuk sekolah mulai 5 April, dengan opsi seperti penyesuaian jadwal dan peralihan ke kelas daring yang sedang dipertimbangkan.

Pihak berwenang juga bakal mengizinkan impor bus listrik bebas bea untuk sekolah, dengan insentif bagi mereka yang berpartisipasi.

Bangladesh telah memberlakukan penjatahan bahan bakar untuk mengurangi kelangkaan, selain membatasi penjualan kendaraan dan mempersingkat jam operasional stasiun bahan bakar di tengah pembelian panik, penimbunan, dan antrean panjang.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa pasokan tetap terbatas, meskipun ada sedikit peningkatan selama hari libur besar.

KEYWORD :

Krisis Migas Jam Kantor Bangladesh Sekolah Daring




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :