Jum'at, 03/04/2026 19:18 WIB

Trump Ancam Serang Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melemparkan ancaman kepada Iran pada Jumat (3/4), di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang belum usai.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melemparkan ancaman kepada Iran pada Jumat (3/4), di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang belum usai.

Politisi Partai Republik itu mengancam bakal menyerang dan menghancurkan jembatan serta pembangkit listrik di Iran, guna melumpuhkan infrastruktur di negara tersebut.

"Militer AS bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik," tulis Trump di media sosial resminya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Mereka tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, DENGAN CEPAT!" dia menambahkan.

Trump dalam pidato yang disiarkan televisi pada 1 April mengatakan bahwa perang dapat meningkat jika Iran tidak menyerah pada persyaratan Washington. Dia juga menyebut kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan minyak Teheran.

Puluhan pakar hukum internasional di AS menandatangani surat terbuka yang dirilis pada 2 April lalu, yang menyatakan bahwa serangan AS terhadap Iran mungkin merupakan kejahatan perang.

Sementara itu, Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang melarang serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil.

Konvensi Jenewa dan protokol tambahan menyatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik militer harus membedakan antara objek sipil dan sasaran militer. Adapun serangan terhadap objek sipil dilarang.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :