Kamis, 02/04/2026 17:38 WIB

Presiden Korsel Memohon Rakyat Mulai Mengirit Bahan Bakar





Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, memohon agar rakyat mengirit penggunaan bahan bakar. Ini menjadi upaya pemerintah untuk menghemat energi

Stasiun pengisian bahan bakar di Korea Selatan (Foto: EPA)

Seoul, Jurnas.com - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, memohon agar rakyat mengirit penggunaan bahan bakar. Ini menjadi upaya pemerintah untuk menghemat energi, lantaran konflik di Timur Tengah memukul negara pengimpor energi tersebut.

Dalam pidato di parlemen pada Kamis (2/4), Lee mempertegas upaya pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi dari melonjaknya harga energi dan gangguan pasokan yang berkepanjangan.

Dia memperingatkan bahwa krisis Timur Tengah telah memicu salah satu ancaman keamanan energi paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

"Saya dengan sungguh-sungguh mengimbau seluruh warga negara untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan transportasi umum dan menghemat listrik," kata Lee dikutip dari Bloomberg.

"Krisis saat ini bukanlah hujan gerimis yang cepat berlalu, melainkan badai besar yang durasinya tidak pasti, sehingga membuatnya semakin parah," dia menambahkan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pemerintahannya mengusulkan anggaran tambahan sebesar 26,2 triliun won guna meredam guncangan ekonomi akibat melonjaknya biaya bahan bakar, mendukung rumah tangga yang rentan, dan menstabilkan rantai pasokan.

Paket stimulus tersebut dirancang untuk menanggapi lonjakan tajam harga minyak, ketika harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 40 persen pada Maret ini.

Seoul telah mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk memberlakukan batasan harga bahan bakar untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, dan memperluas pemotongan pajak bahan bakar untuk meringankan beban masyarakat dan perusahaan.

Pihak berwenang juga telah meningkatkan upaya untuk mengamankan pasokan energi alternatif, dan mengelola input utama seperti nafta dan urea, yang sangat penting untuk produksi industri.

Anggaran tambahan tersebut mengalokasikan lebih dari 10 triliun won untuk mengimbangi tingginya biaya energi, termasuk subsidi dan dukungan langsung kepada rumah tangga, sementara dana tambahan akan digunakan untuk mendukung usaha kecil, pekerja muda, dan sektor-sektor yang terdampak oleh kenaikan biaya logistik dan input.

"Jika kita menghemat setiap tetes bahan bakar, menghindari pemborosan bahkan satu kantong plastik pun, dan menambahkan semangat saling memperhatikan dan tekad bersama, kita dapat keluar dari terowongan krisis dengan aman dan cepat," ujar Lee.

KEYWORD :

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Krisis Migas Hemat Bahan Bakar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :