Perdana Menteri Australia, Anthony Allbanese (Foto: EPA)
Sydney, Jurnas.com - Perdana Menteri Australlia, Anthony Albanese, menilai tujuan awal perang di Iran saat ini sudah tercapai. Karena itu, dia mempertanyakan tujuan lainnya yang ingin dicapai, lantaran perang belum kunjung berakhir.
Dalam pidatonya di Canberra, Albanese menyerukan deeskalasi. Dia mencatat bahwa serangan AS-Israel telah melemahkan angkatan udara, angkatan laut, dan basis industri militer Iran.
"Sekarang setelah tujuan-tujuan itu tercapai, tidak jelas apa lagi yang perlu dicapai atau seperti apa titik akhirnya," kata Albanese dikutip dari AFP pada Kamis (2/4).
"Yang jelas adalah semakin lama perang berlangsung, semakin signifikan dampaknya terhadap ekonomi global," dia menambahkan.
Australia, yang bergantung pada impor bahan bakar dan memiliki persediaan bensin sekitar 37 hari, berupaya mengurangi dampak kenaikan harga dengan memangkas pajak bensin dan menjanjikan pinjaman sebesar US$680 juta kepada bisnis.
Sebelumnya, Albanese juga pernah mengatakan bahwa Australia bukanlah peserta dalam perang tersebut.
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, dalam kesempatan berbeda mengatakan bahwa Canberra sedang berdiskusi dengan Inggris dan Prancis mengenai cara membuka Selat Hormuz, yang dilalui seperlima dari minyak dunia pada masa damai.
Iran secara efektif telah menutup selat vital tersebut sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari memicu konflik regional yang lebih besar, sehingga menyebabkan harga minyak dan gas global melonjak.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
PM Australia Anthony Albanese Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran























