Peserta Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada, Selasa (31/3/2026). Foto: dok. Jurnas
KAMPAR, Jurnas.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir Indonesia) menggelar Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPDP bersama Aspekpir Indonesia dalam meningkatkan kapasitas Perempuan dari kalangan petani dan UMKM kelapa sawit di Indonesia melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah.
Workshop yang diikuti 80 peserta dari perwakilan petani dan UMKM sawit tersebut memuat narasi kandungan sawit pada produk kosmetik dan perawatan tubuh, pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan, dan promosi.
"Peran perempuan sangat penting dalam mendukung ekonomi keluarga melalui inovasi berbasis komoditas sawit yang selama ini menjadi tulang punggung daerah," kata Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim melalui keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Mulai dari buah yang diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, hingga limbah seperti pelepah dan bungkil yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun bahan bakar alternatif.
“Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, termasuk pengembangan sektor peternakan berbasis limbah sawi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam kegiatan ini, termasuk lembaga yang turut mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai inovasi lanjutan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Aspekpir Provinsi Riau Sutoyo menjelaskan besarnya kontribusi kelapa sawit terhadap bangsa dan negara sangat dirasakan. Sawit merupakan komoditas strategis nasional yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Namun pemanfaatan kelapa sawit masih didominasi pada sektor bahan baku utama, sementara pemanfaatan produk turunan bernilai tambah masih belum optimal digarap oleh masyarakat, padahal potensi kelapa sawit untuk diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi sangatlah tinggi.
Selain dipergunakan untuk kebutuhan pangan dan energi, minyak sawit dan turunannya juga dapat diolah menjadi produk perawatan diri dan kesehatan yang memiliki nilai jual tinggi, seperti fresh care (aromaterapy roll on) serta dapat diolah aneka produk pangan seperti stick dari umbut sawit, bahkan lidi sawit dapat diolah menjadi bahan siap ekspor bernilai ekonomi tinggi.
Perwakilan Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Linda Sitanandra menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Inovasi Sawit untuk perempuan yang menyasar peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di wilayah perkebunan kelapa sawit. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan komoditas sawit secara lebih luas dan bernilai tambah.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pelatihan praktis, di antaranya pembuatan produk fresh care berbahan dasar sawit, pengolahan snack stik dari umbut sawit, serta pemanfaatan lidi sawit menjadi kerajinan yang siap ekspor. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan langsung yang dapat diterapkan sebagai usaha produktif.
Dengan adanya kegiatan ini, para ibu-ibu di kawasan perkebunan sawit memperoleh wawasan baru mengenai beragam potensi olahan dari kelapa sawit. Hal ini membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Regional Head PTPN IV Regional IV Bambang Budi Santoso menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor kelapa sawit melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, BPDP, Dinas Perkebunan, asosiasi, dan para petani. Dukungan bersama ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit, khususnya di wilayah Riau.
Menurut dia, tujuan utama dari upaya ini adalah memperkecil kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan. Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, diharapkan petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal, bahkan melampaui rata-rata nasional, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka.
Workshop dihadiri Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim, Ketua Aspekpir Riau Sutoyo, Pengurus DPP Aspekpir Tri Yantana, Perwakikan Divisi Kerja sama Kemasyarakatan dan UMKM Linda Sitanandra dan Regional Head PTPN IV Regional IV Bambang Budi Santoso.
Adapun narasumber keigiatan ini adalah adalah dr. Irdawati Novita, C.M.C, C.H.M (Dokter estetika medis/medical aesthetician), dr. Duta Setiawan (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura) dan Ilham Setiadi (Eksportir Lidi Sawit).
Kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua sesi yakni sesi materi dan diskusi serta sesi praktik. Pada sesi materi dan diskusi, dijelaskan bahwa minyak sawit dan turunannya banyak digunakan dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh karena memiliki sifat melembapkan, melembutkan, serta mampu membersihkan dan menstabilkan tekstur produk.
Beberapa kandungan turunan sawit yang umum digunakan antara lain asam palmitat dan asam stearat sebagai emolien dan pembentuk tekstur krim, gliserin sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit, SLS dan SLES sebagai bahan pembersih dan pembentuk busa pada sabun dan sampo, serta tocotrienol (vitamin E dari sawit) yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi kulit dari radikal bebas.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Inovasi sawit UMKM Perempuan Linda Sitanandra



















