Rabu, 01/04/2026 12:18 WIB

Kecoa Bisa Ubah Plastik Jadi Energi? Studi Ungkap Potensi Mengejutkan





Penelitian terbaru menemukan kecoa mungkin memiliki kunci untuk membantu mengurai plastik tersebut, bahkan mengubahnya menjadi sumber energi

Ilustrasi - Penelitian terbaru menemukan kecoa mungkin memiliki kunci untuk membantu mengurai plastik jenis polistirena, bahkan mengubahnya menjadi sumber energi (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Plastik jenis polistirena, plastik yang biasa digunakan untuk kemasan makanan dan styrofoam, selama ini dikenal sulit terurai dan bisa bertahan sangat lama di lingkungan.

Namun, penelitian terbaru menemukan sesuatu yang mengejutkan: kecoa mungkin memiliki kunci untuk membantu mengurai plastik tersebut, bahkan mengubahnya menjadi sumber energi.

Dalam studi ini, spesies kecoa Blaptica dubia dilaporkan mampu menghilangkan hampir 55 persen polistirena yang dikonsumsinya dalam waktu 42 hari.

Dilansir dari Earth, temuan ini bukan sekadar “menghancurkan” plastik atau bukan hanya soal `menghilangkan" plastik. Para peneliti menemukan bahwa prosesnya jauh lebih kompleks.

Bagaimana prosesenya? Kecoa bekerja sama dengan mikroba di dalam ususnya. Mikroba terlebih dahulu memecah plastik secara kimia, lalu tubuh kecoa melanjutkan proses tersebut dengan mengolah hasil pecahan itu menjadi energi.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Harbin Institute of Technology bersama kolaborator dari Stanford University.

Lantas, seberapa efektifkah? Dalam kondisi laboratorium, setiap kecoa mengonsumsi sekitar 6 miligram polistirena per hari. Dalam 42 hari, sekitar 54,9 persen plastik yang dimakan berhasil “dihilangkan”.

Peneliti memperkirakan tingkat degradasinya mencapai 3,3 miligram per hari per kecoa, lebih tinggi dibandingkan serangga lain yang pernah diteliti. Namun, mereka tidak hanya melihat berkurangnya massa plastik, tetapi juga perubahan kimianya.

Analisis menunjukkan bahwa struktur rantai polimer plastik mengalami pemecahan signifikan. Berat molekulnya turun hingga 46,4 persen—indikasi kuat bahwa plastik benar-benar terdegradasi, bukan sekadar hancur menjadi potongan kecil.

Selain itu, ditemukan tanda-tanda oksidasi dan perubahan struktur kimia, yang menunjukkan proses pemecahan berlangsung secara aktif.

Kunci utama proses ini ada pada mikroorganisme di dalam tubuh kecoa. Penelitian menemukan peningkatan bakteri seperti Pseudomonas, Citrobacter, Klebsiella, dan Stenotrophomonas—yang dikenal mampu mengurai senyawa kompleks.

Mikroba ini menghasilkan enzim yang membantu memecah struktur plastik yang sulit diurai.

Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa kecoa tidak hanya bergantung pada mikroba. Setelah plastik dipecah menjadi molekul kecil, tubuh kecoa tampaknya menyerap dan menggunakannya sebagai sumber energi melalui proses metabolisme.

Peneliti menemukan peningkatan aktivitas jalur energi seperti β-oksidasi dan siklus TCA, mekanisme yang biasanya digunakan tubuh untuk mengolah nutrisi menjadi energi.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa degradasi plastik pada serangga bukan hanya proses mikroba, tetapi hasil kerja sama metabolik yang terintegrasi,” kata Shan-Shan Yang.

“Kecoa tidak hanya memecah polistirena, tetapi juga memproses hasilnya melalui jalur energi mereka sendiri.”

Meski terdengar menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa ini bukan berarti kita bisa melepas kecoa ke lingkungan untuk mengatasi sampah plastik.

Nilai utama penelitian ini adalah memahami bagaimana sistem alami—gabungan mikroba dan inang—bisa bekerja sebagai “pabrik biologis” untuk mengurai plastik.

Pengetahuan ini dapat membantu ilmuwan mengembangkan teknologi baru, seperti sistem mikroba atau rekayasa biologis, untuk mendaur ulang atau mengurai plastik secara lebih efektif.

Temuan ini juga membuka perspektif baru bahwa beberapa organisme mungkin mulai beradaptasi dengan lingkungan yang penuh plastik buatan manusia. Meski belum cukup untuk menyelesaikan masalah polusi global, kemampuan ini bisa menjadi inspirasi solusi di masa depan.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science and Ecotechnology. (*)

 
KEYWORD :

Kecoa Blaptica Dubia Plastik jadi Energi Plastik Polistirena Sumber Energi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :