Selasa, 31/03/2026 16:01 WIB

Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh, Simak Penjelasan hingga Hukumnya





Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh, Simak Penjelasan hingga Hukumnya

Ilustrasi - Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh, Simak Penjelasan hingga Hukumnya (Foto: Pexels/Sami Abdullah)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa Syawal, puasa enam hari di bulan Syawal, merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Dikerjakan setelah Idulfitri atau dalam rentang di bulan Syawal, puasa ini memberi pahala setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Namun, bagaimana jika pelaksanaan puasa Syawal bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Ayyamul Bidh serta Senin dan Kamis? Bolehkah niat keduanya digabung? Bagaimana keutamaannya? Berikut adalah penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Jadwal Puasa Syawal serta Keutamaannya

Salah satu keutamaan besar yang terkandung dalam puasa Syawal adalah seperti yang diriwayatkan dalam hadits Muslim, yang menyatakan:

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."
(HR. Muslim)

Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai setelah hari raya Idulfitri, yaitu mulai tanggal 2 Syawal. Tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya secara berturut-turut.

Menurut Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, puasa Syawal tetap sah meskipun dilakukan terpisah sepanjang bulan Syawal, baik pada hari Senin dan Kamis, atau di pertengahan bulan (13, 14, dan 15 Hijriah) atau bisa disebut Ayyamul Bidh yang dikenal sebagai hari-hari putih karena malamnya tampak terang.

Di tahun 2026, 2 Syawal jatuh pada Minggu, 22 Maret. Artinya, umat Islam sudah bisa mulai menjalankan puasa Syawal pada hari tersebut, dengan rentang waktu hingga akhir bulan Syawal.

Dengan kata lain, puasa Syawal juga boleh dilakukan kapan saja di bulan Syawal, termasuk dengan memilih hari-hari istimewa seperti petengahan bulan Syawal atau Ayyamul Bidh serta Senin dan Kamis, untuk mendapatkan pahala berlapis.

Bolehkah Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh Digabung?

Mengutip laman Kemenag dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait pelaksanaan puasa Syawal ialah "Bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa sunnah lainnya, termasuk puasa Ayyamul Bidh dan Senin atau Kamis?" Jawabannya adalah boleh dan sah menurut mayoritas ulama.

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha menjelaskan:

“Ketika dua sebab berkumpul dalam satu ibadah, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, maka sangat dianjurkan berpuasa dengan dua niat sekaligus. Seseorang yang berniat keduanya akan memperoleh pahala dari keduanya. Ini seperti bersedekah kepada keluarga dengan niat sedekah dan silaturahmi.”

Karena puasa Syawal dan puasa Ayyamul Bidh serta Senin-Kamis sama-sama termasuk puasa sunnah, maka niat keduanya dapat digabung dan dikerjakan bersamaan.

Tata Cara dan Niat Puasa Syawal

Seperti puasa sunnah lainnya, termasuk puasa Senin dan Kamis, puasa Syawal juga dilakukan mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dengan niat yang dilakukan sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Syawal:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”

Jika digabung dengan puasa Ayyamul Bidh, bisa dibaca:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ وَ أَيَّامِ الْبِيضِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin `an ada`i sunnatis Syawwali wa ayyâmil bîdli lillâhi ta`âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal dan puasa Ayyamul Bidh esok hari karena Allah SWT".

Hukum dan Etika Pelaksanaan Puasa Syawal

Mengutip laman Nahdlatul Ulama, puasa Syawal hanya disunnahkan bagi mereka yang telah menyempurnakan puasa Ramadan. Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, ulama berbeda pendapat. Namun, pendapat yang kuat menyatakan bahwa utang puasa wajib sebaiknya ditunaikan terlebih dahulu. (*)

Wallohu`alam

 
KEYWORD :

Puasa Syawal Ayyamul Bidh Bulan Syawal Amalan Syawal Niat Puasa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :