Senin, 30/03/2026 20:46 WIB

Komnas HAM Berpeluang Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Andrie Yunus





Komisi Nasional HAM tengah menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis guna mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Foto: Dok. Bloombergs)

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis guna mendorong pengungkapan kasus teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menyampaikan berbagai opsi penanganan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Komnas HAM membuka ruang bagi sejumlah skenario yang dinilai ideal untuk memastikan proses hukum berjalan optimal.

"Ada banyak pilihan yang lain juga masih banyak, ada pembentukan TGPF (tim gabungan pencari fakta) misalnya, atau (peradilan) koneksitas misalnya gitu ya," ujar Saurlin di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin, 30 Maret 2026.

Selain pembentukan TGPF, dorongan agar perkara ini dibawa ke ranah peradilan umum turut menjadi perhatian demi menjamin transparansi penegakan hukum.

Terkait desakan publik tersebut, Saurlin menjelaskan pihaknya masih akan mematangkan seluruh keterangan sebelum menetapkan keputusan final.

"Tentu banyak skenarionya, peradilan umum salah satu yang ideal, tapi kami harus diskusikan. Dan ada banyak pilihan yang lain juga tapi kami harus diskusikan lebih dahulu apa rekomendasi akhir nanti dari Komnas HAM," ujar Saurlin.

Pembentukan TGPF dinilai sangat penting sebagai bentuk jaminan keamanan bagi masyarakat sipil dan aktivis di masa mendatang. Oleh karena itu, Saurlin menyatakan bahwa Komnas HAM akan merapatkan usulan skenario ini secara komprehensif.

"Nanti kami rapatkan, tapi saya sebut ada beberapa skenario yang ideal ya untuk memastikan buat kita masyarakat sipil dan lembaga-lembaga demokrasi, kita ingin memastikan kejadian yang sama tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," ujar Saurlin.

KEYWORD :

Koordinator Kontras Andrie Yunus Kasus Penyiraman Air Keras Komnas HAM




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :