Demonstrasi di Nepal menuntut pembebasan mantan perdana menteri (Foto: Reuters)
Kathmandu, Jurnas.com - Ratusan demonstran menuntut pembebasan mantan Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, yang ditangkap usai diduga terlibat dalam penindakan brutal terhadap aksi protes pada 2025 lalu.
Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak ditangkap dalam sebuah penggerebekan pada 28 Maret, sehari setelah Perdana Menteri Balendra Shah dilantik dalam pemilihan pertama sejak kisruh September 2025.
Pengerahan polisi besar-besaran pada 30 Maret menghalangi para demonstran saat massa mendekati gedung Parlemen lama yang hangus terbakar dalam kekerasan September yang menewaskan sedikitnya 76 orang.
Penangkapan Oli dan Lekhak terjadi setelah komisi penyelidikan merekomendasikan agar mantan perdana menteri empat kali itu dan pejabat lainnya dituntut, karena gagal mencegah pasukan keamanan menembaki demonstran.
"Bebaskan KP Oli. Batalkan laporan komisi itu," teriak 300-an demonstran dikutip dari AFP pada Senin (30/3).
Oli yang diketahui memiliki masalah kesehatan, hadir di pengadilan melalui tautan video dari rumah sakit pada 29 Maret, ketika perintah diberikan untuk memperpanjang penahanannya selama lima hari.
Kedua pria itu ditangkap karena diduga terlibat dalam penindakan terhadap demonstrasi tersebut. Keduanya belum didakwa, dan keduanya membantah bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.
Kerusuhan pada September 2025 bermula dari larangan singkat terhadap media sosial, tetapi kemudian memicu kemarahan yang telah lama terpendam akibat kesulitan ekonomi.
Kabar itu menyebar ke seluruh negeri pada hari berikutnya ketika gedung parlemen dan kantor-kantor pemerintah dibakar, yang mengakibatkan runtuhnya pemerintahan Oli.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mantan PM Nepal Sharma Oli Demonstrasi Nepal



























