Ilustrasi - Mengenal karakter harimau Benggala (Foto: Tamansafari)
Jakarta, Jurnas.com - Harimau Benggala dan Harimau Sumatera merupakan dua subspesies dari Panthera tigris yang hidup di wilayah berbeda di Asia. Perbedaan geografis ini kemudian membentuk variasi ukuran tubuh, warna, hingga perilaku berburu yang khas.
Saat ini, harimau yang masih bertahan di dunia mencakup Benggala, Siberia, Indo-Cina, Malaya, dan Sumatera. Sementara itu, Harimau Cina Selatan diyakini telah punah di alam liar.
Di Indonesia, dua subspesies lain, yakni Harimau Jawa dan Harimau Bali, telah lebih dulu punah, menjadikan Harimau Sumatera sebagai satu-satunya yang tersisa di Nusantara.
Lantas bagaimana perbedaan antara Harimau Sumatera dan Harimau Benggala? Dikutip dari berbagai sumber, perbedaan ukuran menjadi ciri paling menonjol di antara keduanya.
Harimau Benggala jantan dewasa dapat mencapai berat sekitar 200 hingga 300 kilogram dengan panjang mendekati 3 meter. Sedangkan Harimau Sumatera umumnya memiliki berat sekitar 90 hingga 140 kilogram dengan panjang lebih pendek.
Selain itu, warna bulu juga menunjukkan perbedaan yang jelas. Harimau Benggala cenderung berwarna oranye terang dengan garis hitam yang lebih renggang, sementara Harimau Sumatera memiliki warna lebih gelap dengan pola garis yang lebih rapat dan tebal.
Perbedaan ini tidak terlepas dari habitat masing-masing. Harimau Benggala tersebar di India, Nepal, Bhutan, hingga Bangladesh dan mampu hidup di berbagai lanskap seperti hutan, padang rumput, dan hutan bakau.
Sedangkan Harimau Sumatera hanya hidup di Pulau Sumatera, terutama di hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan.
Dalam hal perilaku, Harimau Benggala dikenal sebagai pemburu kuat yang memangsa hewan besar seperti rusa, babi hutan, dan kerbau. Sebaliknya, Harimau Sumatera lebih mengandalkan pendekatan senyap di hutan rapat, dengan pergerakan yang lebih lincah untuk mendekati mangsa.
Harimau Benggala juga dikenal sebagai hewan nokturnal yang aktif berburu pada malam hari dan memiliki taring yang dapat mencapai panjang sekitar 7,5 hingga 10 sentimeter.
Sementara itu, Harimau Sumatera memiliki adaptasi fisik seperti kaki yang relatif lebih lebar yang membantunya berjalan di tanah lunak, serta kemampuan berenang yang baik.
Dari sisi populasi, keduanya menghadapi ancaman serius akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Harimau Benggala diperkirakan masih berjumlah sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor di alam liar, sedangkan Harimau Sumatera berada dalam kondisi lebih kritis dengan jumlah kurang dari 400 ekor.
Meski berbeda dalam banyak aspek, keduanya memiliki peran penting sebagai predator puncak yang menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya konservasi menjadi kunci untuk memastikan kedua subspesies ini tidak mengalami nasib yang sama seperti subspesies harimau lain yang telah punah. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Harimau Benggala Karakter harimau Harimau Sumatera



























