Serangan Israel di Palestina (Foto: AFP)
Yerusalem, Jurnas.com - Militer Israel mengonfirmasi penarikan satu batalion dari Tepi Barat, setelah seorang tentara menyerang fotografer CNN pada pekan lalu di wilayah Palestina.
Asosiasi Pers Asing (FPA) menyebut jurnalis tersebut sedang meliput dampak serangan yang dilakukan pemukim Israel, dan pendirian pos terdepan ilegal di dekat Desa Tayasir pada 26 Maret.
"Seorang tentara IDF mendekati fotografer CNN dari belakang, mencekiknya, membantingnya ke tanah, dan merusak kameranya," demikian keterangan FPA dikutip dari AFP.
CNN dalam laporannya menguatkan detail tersebut. Jurnalis yang dibunuh oleh militer Israel diketahui bernama Cyril Theophilos, seorang warga negara Prancis.
"Ini bukan kesalahpahaman. Ini adalah serangan kekerasan terhadap jurnalis yang identitasnya jelas dan serangan langsung terhadap kebebasan pers," ujarnya.
Baru pada Senin (30/3) ini, militer Israel melakukan langkah yang jarang terjadi, yakni penarikan pasukan sebanyak satu batalion akibat insiden tersebut.
"Pengerahan operasional yang saat ini dilakukan oleh batalion cadangan akan ditangguhkan. Batalion tersebut akan tetap berada dalam dinas cadangan dan akan menjalani proses yang bertujuan untuk memperkuat landasan profesional dan etika," kata militer Israel.
FPKS Tegaskan Indonesia Harus Konsisten Tolak Penjajahan Israel dan Politik Pemusnahan Etnis AS
Pihak militer menambahkan bahwa batalion tersebut akan melanjutkan aktivitas operasional setelah proses selesai.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Penjajahan Israel Tepi Barat Palestina Pembunuhan Jurnalis

























