Senin, 23/03/2026 23:50 WIB

Kisah Pasukan Gajah Ditaklukkan Burung Ababil, Ambisi Berujung Kehancuran





Kisah burung ababil yang menggagalkan serangan pasukan gajah menjadi salah satu narasi paling dikenal dalam dunia Islam

Ilustrasi - Kisah pasukan gajah takluk oleh burung ababil (Foto: SS Alsahwah)

Jakarta, Jurnas.com - Kisah burung ababil yang menggagalkan serangan pasukan gajah menjadi salah satu narasi paling dikenal dalam dunia Islam. Peristiwa ini merujuk pada Al-Qur`an dalam Surah Al-Fil yang mengisahkan kehancuran pasukan besar yang hendak menyerang Makkah.

Menurut riwayat, kisah bermula dari ambisi Abrahah, penguasa Yaman yang ingin mengalihkan pusat ibadah haji dari Makkah ke San’a. Ia membangun gereja megah untuk menyaingi Ka’bah, dengan harapan menarik perhatian bangsa Arab sekaligus memperkuat pengaruhnya.

Namun, rencana tersebut justru memicu reaksi keras dari masyarakat Arab yang memuliakan Ka’bah sebagai pusat spiritual. Ketegangan memuncak ketika gereja yang dibangun Abrahah dinodai, memantik kemarahannya hingga memutuskan mengerahkan pasukan besar menuju Makkah.

Abrahah datang dengan kekuatan yang tidak biasa pada zamannya, termasuk pasukan bergajah yang menjadi simbol dominasi militer. Dalam perjalanan, perlawanan demi perlawanan berhasil dipatahkan, menegaskan superioritas pasukan yang dibawanya.

Menjelang serangan, situasi berubah drastis ketika gajah utama bernama Mahmud menolak bergerak ke arah Makkah. Meski dipaksa dengan berbagai cara, gajah tersebut hanya mau berjalan ke arah lain, seolah menolak menyerang tanah suci.

Di tengah kebuntuan itu, peristiwa tak terduga terjadi dan menjadi titik balik sejarah. Langit tiba-tiba dipenuhi burung-burung ababil yang datang berbondong-bondong, membawa batu kecil dari tanah liat yang dibakar.

Batu-batu itu dijatuhkan ke arah pasukan Abrahah dan menghantam mereka dengan dampak yang menghancurkan. Dalam berbagai riwayat, serangan tersebut membuat pasukan bergajah hancur total hingga tidak menyisakan kekuatan berarti.

Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Surah Al-Fil sebagai gambaran bagaimana Allah menggagalkan rencana besar tersebut. Pasukan yang datang dengan kekuatan besar itu digambarkan hancur seperti daun yang dimakan ulat.

Para ulama menafsirkan batu sijjil yang dibawa burung ababil sebagai bentuk azab yang nyata dan dahsyat. Peristiwa ini sekaligus menjadi penegasan bahwa tidak ada kekuatan manusia yang mampu melawan kehendak Ilahi.

Lebih dari sekadar catatan sejarah, kisah ini menyampaikan pesan kuat tentang batas ambisi manusia. Abrahah yang datang dengan kekuatan besar justru runtuh oleh makhluk kecil yang menjadi perantara kehendak Tuhan.

Peristiwa Pasukan Gajah juga diyakini terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad, sehingga memiliki posisi penting dalam sejarah Islam. Kisah ini terus hidup sebagai pengingat tentang perlindungan Allah terhadap Ka’bah dan nilai spiritual yang menyertainya. (*)

Wallahu`alam

Sumber: TafsirAlquran, Almanhaj, dan berbagai sumber lainnya

KEYWORD :

Kisah Islami Pasukan Gajah Burung Ababil Al-Quran Surah Al-Fil Info Keislaman




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :