Perdana Menteri India Narendra Modi (Foto: REUTERS)
New Delhi, Jurnas.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi, berupaya menenangkan rakyatnya di tengah ancaman kekurangan pasokan energi imbas gejolak di Timur Tengah.
Dia memastikan bahwa pasokan energi, termasuk gas, saat ini cukup untuk memenuhi permintaan domestik, meskipun dia juga mengakui bahwa perang AS-Israel melawan Iran menimbulkan tantangan ekonomi yang belum pernah terjadi.
"Upaya pemerintah kami adalah untuk memastikan bahwa pasokan bensin, solar, dan gas tidak terganggu secara berlebihan, dan bahwa keluarga biasa di negara ini menghadapi sesedikit mungkin kesulitan," kata Modi dikutip dari Bloomberg pada Senin (23/3).
Perang di Timur Tengah yang kini memasuki minggu ketiga, telah mengacaukan pasar energi, memutus aliran minyak mentah dan gas alam cair ke dunia dan mendorong kenaikan harga.
India merupakan importir utama gas alam cair (LNG) dan bahan bakar minyak lainnya dari kawasan ini, dan gangguan yang terjadi mulai melanda berbagai industri, mulai dari pabrik keramik dan restoran hingga produsen pupuk dan kilang minyak.
Modi mengatakan India memiliki cadangan minyak strategis sebesar 5,3 juta ton dan sedang berupaya untuk memperluasnya menjadi 6,5 juta ton. Dia menambahkan bahwa New Delhi membantu memastikan transit yang aman bagi kapal-kapal India yang terdampar di Timur Tengah.
Dua kapal berbendera India yang membawa gas minyak cair (LPG) berhasil melintasi Selat Hormuz awal bulan ini, sementara dua kapal lainnya saat ini sedang melintasi Selat Hormuz, menurut laporan Bloomberg News.
"Serangan terhadap pelayaran komersial dan penutupan Selat Hormuz tidak dapat diterima," ujar Modi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Stok Gas India Narendra Modi Konflik Timur Tengah Blokade Selat Hormuz


























