Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, New York, AS, 23 September 2025. REUTERS
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana menyerang jaringan listrik Iran, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (23/3).
Dia juga menyebut bahwa Washington dan Teheran telah mengadakan pembicaraan konstruktif, sehingga serangan apapun terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi akan ditunda.
Pernyataan Trump disampaikan setelah Iran kembali mengancam bakal menyerang pembangkit listrik Israel dan pembangkit listrik yang memasok pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk, apabila AS menargetkan jaringan listrik Iran.
"Amerika Serikat dan Iran telah melakukan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," klaim Trump.
"Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung berhasil," dia menambahkan.
Meski dalam unggahannya, sebagaimana dikutip dari Straits Times, Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran akan berlanjut sepanjang minggu ini, sumber anonim Iran melalui kantor berita Fars, membantah ada komunikasi dengan AS.
Sementara itu, Gedung Putih tidak menanggapi pertanyaan tentang isi pembicaraan, pihak yang berpartisipasi, atau lokasi pembicaraan itu diadakan.
Diketahui, kabar ini membuat pasar bereaksi signifikan. Harga minyak mentah Brent berjangka turun tajam, dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya, pasar saham menguat, dan biaya pinjaman pemerintah turun.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Presiden Donald Trump Konflik Timur Tengah



























