Minggu, 22/03/2026 16:36 WIB

IAEA Pastikan Tak Ada Kerusakan di Pusat Nuklir Israel





Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan tidak ada kerusakan pada Pusat Penelitian Nuklir Negev Israel, pasca serangan rudal Iran di Kota Dimona.

Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi berbicara kepada media di Wina, Austria, 9 September 2024. REUTERS

New York, Jurnas.com - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan tidak ada kerusakan pada Pusat Penelitian Nuklir Negev Israel, pasca serangan rudal Iran di Kota Dimona.

Selain itu, IAEA juga menyebut tidak ada tingkat radiasi abnormal yang terdeteksi di wilayah tersebut, sebagaimana laporan Anadolu Agency pada Minggu (22/3).

"Pengekangan militer maksimal harus diperhatikan, khususnya di sekitar fasilitas nuklir," kata Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi. Dia mengatakan bahwa lembaga tersebut tetap memantau situasi secara cermat.

Diketahui, puluhan orang luka-luka usai kota di Israel bagian selatan itu dihantam serentetan rudal Iran pada Sabtu (21/3) kemarin.

Serangan-serangan itu merupakan bagian dari kampanye pembalasan Iran terhadap Israel menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada awal Maret.

Layanan ambulans Israel melaporkan bahwa jumlah korban luka meningkan menjadi 51 orang. Jumlah itu tercatat di 12 lokasi terpisah akibat dampak rudal dan pecahan peluru.

Kendati muncul klaim pencegatan, media Israel mengakui beberapa rudal berhasil menembus sistem pertahanan, sehingga memungkinkan rudal ratusan kilogram menghantam langsung.

KEYWORD :

Pusat Nuklir Israel Perang Israel vs Iran Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :