Jum'at, 20/03/2026 18:38 WIB

Haedar Nashir: Jangan Pertajam Perbedaan Lebaran, Utamakan Persatuan





Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H Haedar Nashir. (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para elite bangsa untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan penetapan Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurut Haedar, perbedaan yang muncul seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam berbangsa.

“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” kata Haedar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/3).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mempertajam perbedaan terkait hari raya Idulfitri, apalagi sampai menyalahkan pihak lain.

“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.

Haedar juga mengingatkan para tokoh agama dan elite bangsa untuk menjaga tutur kata serta menghindari pernyataan yang berpotensi memperkeruh suasana.

Menurutnya, Idulfitri seharusnya dijalani dengan penuh kekhusyukan, kejernihan jiwa, dan pikiran, tanpa terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.

“Jalani Idul Fitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” ucapnya.

Dia pun optimistis masyarakat Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, sehingga tidak berkembang menjadi konflik di tengah publik.

Selain itu, Haedar berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan dalam penetapan hari besar keagamaan.

“Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” kata Haedar.

 

 

 

KEYWORD :

Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir Idulfitri 1447 Hijriah Lebaran 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :